Bagikan:

JAKARTA - Manajer Liverpool, Arne Slot, yakin kemampuan bola mati mereka telah kembali normal setelah beberapa keberhasilan baru-baru ini.

Jumlah kebobolan dibandingkan dengan gol yang dicetak telah menjadi masalah bagi Arne Slot sepanjang musim, sampai-sampai Aaron Briggs--pelatih pengembangan individu yang diangkat ke posisi tersebut di awal musim--dipecat pada akhir Desember 2025 karena kinerja yang terus-menerus buruk.

Sejak saat itu, keadaan telah membaik secara signifikan, tetapi Arne Slot mengatakan itu bukan cerminan dari Briggs.

Dalam 26 pertandingan pertama musim ini, Liverpool kebobolan dari 13 bola mati dan mencetak delapan gol. Namun, dalam 12 pertandingan terakhir sejak kepergian Briggs, mereka kebobolan dua dan mencetak delapan gol dari bola mati.

"Akan sangat tidak adil untuk (menyalahkan) Aaron Briggs, yang sebagian bertanggung jawab atas hal itu karena pada akhirnya saya bertanggung jawab atas segalanya."

"Kami pernah mengalami periode yang sangat tidak beruntung. Kami semua tahu bahwa itu tidak bisa terus seperti itu. Kami hampir tidak pernah memberikan peluang dalam bola mati, tapi (kenyataannya) setiap bola masuk."

"Namun, kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol, tetapi bola tidak masuk. Jadi, keadaan kembali normal sekarang, itu adalah sesuatu yang kami harapkan."

"Kami tidak banyak mengubahnya, mungkin hanya melakukan satu atau dua perubahan kecil. Yang berubah ialah keadaan kembali normal karena di Liga Champions saya pikir kami adalah yang terbaik dalam bola mati," kata pelatih asal Belanda itu.

Liverpool khususnya kesulitan dalam bertahan melawan bola mati lawan dari Liga Inggris. The Reds kemudian mendapat ujian terbaru saat menghadapi Nottingham Forest pada Minggu, 22 Februari 2026.

Sebelum pertandingan, Liverpool punya catatan lima dari delapan gol liga melawan Nottingham Forest sejak kembali ke kompetisi pada 2022 dicetak dari bola mati.

Ujungnya, The Reds berhasil mengatasi itu dan menekuk Nottingham Forest dengan skor tipir 1-0 melalui gol Alexis Mac Allister pada injury time babak kedua.