JAKARTA - Pemain Real Madrid, Dean Huijsen, telah meminta maaf di akun Weibo klub karena membagikan konten di media sosial yang menyinggung orang Asia.
Bek 20 tahun itu telah mengunggah gambar seseorang Asia yang membuat para pengguna asal China menganggap rasis karena menyinggung bentuk mata orang tersebut.
Tangkapan layar tersebut telah dihapus dari akun bek Real Madrid itu.
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman China saya. Saya sebelumnya meneruskan konten yang berisi pesan-pesan yang menyinggung tanpa sengaja."
"Itu benar-benar tidak disengaja. Saya menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan," kata pernyataan yang dirilis dalam bahasa Mandarin di Weibo.
BACA JUGA:
Weibo ialah salah satu platform media sosial terbesar di China, dengan lebih dari 582 juta pengguna aktif bulanan.
Baik Real Madrid maupun Huijsen belum merilis pernyataan tersebut di media sosial mereka yang lain sehingga memicu kritik dari suporter di China, yang tidak hanya mempertanyakan cakupan permintaan maaf tersebut, tetapi juga menuntut permintaan maaf global atau video, alih-alih pernyataan tertulis.
Pada 2024, seorang suporter Real Madrid mengunggah sebuah lagu yang menyinggung perasaan warga China. Lagu tersebut digambarkan sebagai menghina Tiongkok, vulgar, dan berkarakter buruk oleh Kedutaan Besar China di Spanyol.
Klub, melalui jalur diplomatik, mengutuk video tersebut dan menegaskan bahwa video itu tidak mewakili nilai-nilai klub.
Permintaan maaf Huijsen datang pada minggu yang sama ketika klub tersebut menunggu UEFA menyelesaikan penyelidikan atas tuduhan pelecehan rasis terhadap Vinicius Junior yang dilakukan gelandang Benfica, Gianluca Prestianni.