JAKARTA - Penyanyi-penulis lagu asal Inggris, Olivia Dean, secara terbuka menyuarakan pendapatnya mengenai praktik penjualan kembali (resale) tiket konser musik.
Melalui Instagram Story, Dean mengecam tiga perusahaan besar—Ticketmaster, Live Nation, dan AEG—terkait harga tiket resale yang dianggapnya keji.
“@ticketmaster @livenation @aegpresents kalian menyediakan layanan yang menjijikkan. Harga di mana kalian mengizinkan tiket dijual kembali adalah keji dan sepenuhnya bertentangan dengan keinginan kami,” tulis Olivia Dean, dikutip Minggu, 23 November.
Adapun kritik tajam Dean dilontarkan setelah tiket untuk beberapa tanggal tambahan turnya di AS pada tahun 2026 mulai dijual kemarin.
Namun, dalam hitungan jam, tiket tersebut sudah terdaftar untuk dijual kembali di berbagai platform dengan harga melambung tak terkendali.
Tidak berhenti di situ. Dean melanjutkan dengan seruan yang mewakili suara banyak penggemar musik di seluruh dunia.
Dia mendesak reformasi dalam industri pertunjukan musik.
“Pertunjukan musik seharusnya terjangkau dan dapat diakses, dan kita perlu menemukan cara baru untuk memungkinkan hal itu terjadi. JADILAH LEBIH BAIK,” katanya.
Protes keras Dean muncul hanya satu jam setelah unggahan Instagram story sebelumnya, di mana ia telah meminta maaf kepada penggemar atas masalah penjualan kembali dan harga tiket.
Dean juga telah mengingatkan para penggemar agar berhati-hati.
“Tolong berhati-hati membeli tiket di bagian komentar karena kemungkinan besar itu adalah penipuan,” pintanya.
Di sisi lain, pihak Ticketmaster dengan sigap merespons keluhan Dean melalui platform X.
Mereka mengeluarkan pernyataan yang mengeklaim dukungan terhadap hak artis untuk mengontrol proses penjualan.
“Kami mendukung kemampuan artis untuk menetapkan persyaratan bagaimana tiket mereka dijual dan dijual kembali,” bunyi pernyataan Ticketmaster.
“Kami akan membatasi harga jual kembali di situs kami pada nilai nominal dan berharap situs penjualan kembali lainnya akan mengikutinya,” sambungnya.
Komentar Olivia Dean ini datang hanya beberapa hari setelah pemerintah Inggris membuat langkah progresif yang menjadi sorotan global.
BACA JUGA:
Pemerintah mengumumkan akan melarang penjualan kembali tiket untuk acara musik live, olahraga, komedi, dan teater di atas biaya aslinya.
Kebijakan ini diperkirakan akan menurunkan harga tiket yang dijual kembali rata-rata 37 poundsterling (sekitar Rp720.000), sekaligus menghemat total 112 juta poundsterling (sekitar Rp2,1 triliun) per tahun bagi para penggemar. Langkah ini juga akan menindak tegas biaya tersembunyi yang masif dari penjual tiket sekunder.