Bagikan:

JAKARTA - Manajer Sean Dyche menyusul Thomas Frank yang diberhentikan Tottenham Hotspur. Dyche terpaksa mengakhiri tugas di Nottingham Forest setelah dipecat menyusul hasil buruk di kompetisi Premier League Inggris usai ditahan Wolverhampton Wanderers 0-0 pada laga Kamis, 12 Februari 2026 dini hari WIB.

Dyche hanya bertahan selama empat bulan di Forest yang musim ini sudah berganti manajer hingga tiga kali. Dimulai dari Nuno Espirito Santo yang membawa Forest ke papan atas dan berhasil mendapatkan tiket ke Liga Europa.

Namun Espirito Santo hanya bertahan beberapa lama saat Forest memasuki kompetisi musim 2025/2026. Bentrok dengan pemilik klub Evangelos Marinakis menjadikan dia harus terdepak. Posisinya digantikan Ange Postecoglou yang sebelumnya mengantarkan Tottenham Hotspur memenangi Liga Europa.

Meski mengakhiri puasa trofi, namun Tottenham tetap tak puas dengan kinerja Postecoglou. Pasalnya di kompetisi domestik Tottenham nyaris terdegradasi dan menduduki peringkat 17 atau satu strip di atas zona degradasi. Tottenham menunjuk Thomas Frank yang menggantikan Postecoglou.

Hanya, Frank gagal memenuhi ekspektasi karena Tottenham tetap berada di zona bawah musim ini. Namun Tottenham sedikit terhibur karena lolos dari penyisihan Liga Champions dengan menduduki peringkat empat.

Klub London Utara ini tak perlu melakoni playoff untuk berlaga di 16 besar. Meski demikian, Frank tetap diberhentikan setelah The Lilywhites kalah 2-1 di kandang sendiri lawan Newcastle United.

Postecoglou sendiri gagal total di Forest dan hanya bertahan selama 38 hari dengan melakoni delapan pertandingan. Dirinya kemudian digantikan Dyche. Namun, Dyche yang menjadi manajer ketiga di Forest masih belum bisa memenuhi ekspektasi sehingga akhirnya dipecat.

“Nottingham Forest mengonfirmasi bahwa Sean Dyche sudah dibebaskan dari tugas sebagai pelatih kepala,” demikian keterangan resmi klub di akun X.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sean dan staf atas usaha mereka selama di klub. Kami berharap mereka meraih sukses di masa mendatang,” demikian dari Forest.

Forest memberi rapor merah terkait kinerja Dyche meski membawa Forest lolos lewat jalur playoff. Pada laga melawan Wolves yang digelar di kandang sendiri di Stadion City of Ground, Forest kembali gagal menampilkan performa maksimal.

Buntutnya, Dyche dan tim asuhannya mendapat cemooh dari suporter sendiri. Bagaimana tidak mengecewakan, Forest seperti tak berdaya menghadapi Wolves yang menduduki dasar klasemen dan hampir dipastikan terdegradasi musim depan.

Dyche sepertinya sudah memprediksi dia tak bertahan lama di Forest. Apalagi performa tim di kompetisi domestik memang sangat buruk.

Setelah bermain imbang 1-1 melawan Crystal Palace, mereka kemudian dipaksa menyerah 3-1 oleh Leeds United. Terakhir, Forest kembali gagal mendulang poin penuh setelah ditahan Wolves di laga kandang.

“Pemilik klub sudah bersikap adil kepada saya. Itu tak diragukan. Dan situasinya memang cukup adil. Bila seseorang memang ingin melakukan perubahan di sepak bola, itu adalah keputusan mereka. Orang memang bisa berubah. Kita sudah pernah menyaksikannya,” kata Dyche seperti dikutip The Sun.

“Kami memang ingin melakukan perubahan. Tetapi itu semua tergantung pemilik klub apakah ingin ada perubahan atau tidak. Saya hanya bekerja keras dan peduli terhadap klub ini. Dan itu yang saya lakukan bersama staf saya. Hanya saja bila pemilik ingin berubah, itu terserah dia. Begitulah sepak bola. Dan itu kenyataannya,” ucap dia lagi.

Dyche yang sebelumnya menangani Burnley dan Everton ini menyatakan tidak perlu menanyakan terkait pemecatannya kepada pemilik klub. Meski demikian, dia selalu memberi laporan yang sesungguhnya kepada Marinakis.

“Saya tidak akan mempertanyakannya kepada pemilik klub. Lagipula, dia sudah berlaku adil kepada saya sejak pertama kali saya tiba di sini. Saya juga merasa sudah bersikap adil pula kepada dia. Saya selalu memberi laporan yang sesungguhnya setiap perkembangan dan kemajuan dari tim ini,” kata Dyche,

Meski demikian, manajer berusia 55 ini mengakui tuntutan terhadap dirinya memang makin tinggi. Saat klub merekrut pemain baru, maka harapan itu bakal makin tinggi.

Dyche menjadi manajer kelima yang diberhentikan musim ini. Sebelumnya, Graham Potter yang diberhentikan West Ham United pada September 2025 dan digantikan Espirito Santo. Selanjutnya, Vitor Pareira juga gagal di Wolves sehingga dipecat pada November 2025.

Berikutnya dua klub elite, Chelsea dan Manchester United dalam waktu hampir bersamaan memberhentikan sang manajer. Chelsea mengakhiri kerjasama dengan Enzo Maresca dan Man Utd memecat Ruben Amorim. Terakhir, Tottenham dan Forest juga hampir berbarengan memecat manajer. Korbannya tak lain Frank dan Dyche.