Bagikan:

JAKARTA – Turnamen bulu tangkis Indonesia Open dalam kalender tahun depan akan digelar dalam dua pekan mengikuti perubahaan terbaru yang dilakukan oleh Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF).

Induk bulu tangkis internasional tersebut mengumumkan sejumlah perubahan besar untuk tahun 2027 sampai dengan 2030. Dua di antaranya ialah menaikkan level Denmark Open ke Super 1000 serta mengintegrasikan Super 100 ke BWF World Tour.

Perubahan tersebut membuat turnamen yang berlevel Super 1000 dalam kalender BWF World Tour sekarang menjadi lima. Empat sebelumnya ialah Indonesia Open, China Open, All England, dan Malaysia Open.

"Kami sedang membangun olahraga yang relevan bagi generasi mendatang. Setiap elemen, mulai dari format kompetisi, peningkatan hadiah, hingga strategi penyiaran, telah dirancang ulang untuk memenuhi tuntutan olahraga global abad ke-21," ujar Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, dikutip dari laman resmi.

Durasi turnamen kelima turnamen itu juga diperpanjang menjadi 11 hari mulai 2027, yang mencakup dua akhir pekan. Dengan demikian, Indonesia Open yang berlangsung di Istora Senayan otomatis ikut terdampak.

Perubahan itu diikuti oleh penambahan jumlah peserta menjadi 48 dan perubahan sistem pertandingan menjadi grup di nomor tunggal sebelum masuk ke babak gugur. Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas laga serta nilai komersial bulu tangkis global.

Reformasi tersebut menjadi bagian dari kemitraan jangka panjang BWF dengan Infront yang berjalan hingga 2034. Kerja sama itu diarahkan untuk meningkatkan daya tarik komersial bulu tangkis di pasar global sekaligus memperkuat nilai siar.

Perubahan struktur itu memberi ruang pemulihan yang lebih baik bagi atlet elite. Jadwal yang lebih longgar diharapkan menjaga intensitas persaingan di level tertinggi sekaligus menekan potensi cedera.

Dari sisi penyiaran, jumlah laga yang diproduksi untuk televisi meningkat tajam. Total pertandingan di seluruh level turnamen BWF naik dari 1.410 menjadi sekitar 3.000 laga—khusus kategori Super 1000 sebanyak 1.095 pertandingan akan disiarkan secara global.

Selain itu, Kejuaraan Dunia juga akan memakai sistem grup agar setiap peserta minimal memainkan dua pertandingan. Sementara itu, Piala Sudirman serta Piala Thomas dan Uber akan melibatkan lebih banyak negara untuk memperluas representasi internasional.