Bagikan:

YOGYAKARTA - Anda mungkin sudah tahu atau pernah mendengar tentang Reli Dakar. Ajang ini bukanlah tentang soal balapan biasa, tapi juga ketangguhan fisik, mental, dan kemampuan teknis dalam menghadapi medan yang ekstrem. Untuk selanjutnya, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang sejarah Rally Dakar atau Reli Dakar, kategori, dan alasan Reli Dakar dianggap sebagai balapan paling ganas di dunia.

Ajang balapan ini menjadikan Eropa dan Afrika sebagai wilayah lintasan dengan jarak lebih dari 7.000 km yang diawali di Paris dan berakhir di Dakar.

Para pembalap akan dihadapkan pemandangan gurun pasir yang indah sekaligus menantang. Reli Dakar pun menjadi salah satu ajang balapan paling digemari dan paling ganas.

Sejarah Reli Dakar

Dilansir dari Antara, sejarah Reli Dakar berawal saat ditemukan secara tidak sengaja oleh Thierry Sabine. Dia adalah seorang pembalap asal Prancis yang tidak sengaja tersesat di area Gurun Sahara pada tahun 1977.

Ketika menyaksikan keindahan di sekelilingnya selama tersesat, Thierry mendapatkan inspirasi agar orang-orang juga dapat menikmati keindahan yang ia lihat. Dari sinilah awal terciptanya balap Reli Dakar.

Berapa Jarak yang Harus Ditempuh dalam Reli Dakar?

Total jarak lintasan yang harus ditempuh oleh para pembalap selama ajang ini dapat dikatakan sangat fantastis. Setiap harinya, mereka harus menempuh dan melintasi ganasnya gurun pasir lebih dari 500 km.

Jarak reli Dakar dengan Reli biasa tentu sangat berbeda jauh, di mana Reli dakar dapat menempuh lebih dari 500 km pada setiap tahapannya, sedangkan reli biasa hanya sekitar 10 km.

Mengapa Reli Dakar Jadi Balapan Paling Ganas?

Reli Dakar dikatakan sebagai balapan paling ganas karena semua fenomena yang terjadi di lintasan. Para pembalap harus mempersiapkan fisik serta kemampuan jauh di atas rata-rata.

Mereka akan melintasi gurun yang sangat panas dan jalan berpasir serta berbatu. Jika terjadi suatu hal, mereka sendiri yang harus melakukan perbaikan atas kendaraannya. Oleh sebab itu, balapan ini sangat menguji fisik dan menantang kemampuan para pembalap.

Memacu kendaraan di tengah gurun yang panas serta jalanan berbatu dan berpasir tentunya bukanlah kegiatan yang mudah. Para pembalap akan melintasi gurun pasir di bawah terik matahari serta debu dan pasir yang dijumpai selama perjalanan. Berbeda dengan balapan lain yang diselenggarakan pada sebuah lintasan atau sirkuit yang memang telah disediakan dan memenuhi standar untuk balapan.

Apa Saja Kategori Balapan Reli Dakar?

Ada berbagai kategori Reli Dakar yang dibagi berdasarkan jenis kendaraan. Di bawah ini adalah kategori-kategori tersebut:

Sepeda Motor

Kategori ini mulai diperkenalkan pada tahun 2005. Motor yang boleh ikut yaitu motor dengan batas 450cc untuk silinder ganda, adapun untuk silinder tunggal tidak ada batas kapasitas.

Quads

Pada mulanya, quads menjadi bagian dari kategori sepeda motor, tetapi sejak tahun 2009, quads menjadi kategori tersendiri. Kendaraan ini harus terdiri dari mesin silinder tunggal dengan kapasitas maksimal 750cc atau 900cc.

Truk

Truk yang berlomba di Reli Dakar mempunyai berat lebih dari 3.500 kilogram. Kategori ini diperkenalkan pertama kali pada 1980 dan dibagi menjadi beberapa grup, termasuk truk produksi seri, modifikasi, dan truk pendukung reli.

Mobil

Kategori ini mencakup kendaraan dengan berat di bawah 3.500 kilogram, misalnya buggy hingga SUV kecil. Mobil-mobil ini dibagi lagi menjadi beberapa grup berdasarkan jenis mesin dan penggerak.

UTV (Utility Task Vehicle)

UTV menjadi kategori terpisah pada tahun 2017 dan semakin populer. Pada 2021, kategori ini dibagi lagi menjadi prototipe ringan (T3) dan kendaraan produksi (T4).

Klasik

Mulai diperkenalkan pada 2021, kategori ini khusus untuk kendaraan yang diproduksi sebelum tahun 2000 atau kendaraan baru yang dibuat dengan spesifikasi klasik.

Demikian ulasan tentang sejarah Rally Dakar dan kategorinya. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.