JAKARTA - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul van Gastel meraih sukses dalam debutnya menangani tim Super League Indonesia. Keberhasilan membawa tim promosi ke papan atas menjadikan Van Gastel bakal diganjar kontrak baru oleh PSIM.
Sukses ganda pelatih Van Gastel karena ini untuk kali pertama dirinya melatih di Indonesia. Tak hanya itu, Van Gastel pun memegang tim yang tampil sebagai juara Liga 2 sehingga promosi ke kasta tertinggi.
Seperti tim-tim anyar yang bermain di Super League, sebelumnya, Liga 1, mereka masih butuh adaptasi dan lebih sering mengalami kesulitan bersaing dengan tim-tim elite, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Bali United, Borneo FC hingga Persebaya Surabaya.
Tim-tim kuat yang sudah malang-melintang di kompetisi kasta tertinggi. Bahkan Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno hanya menargetkan bertahan lebih dulu di Super League karena mereka memang realistis setelah cukup lama berkutat di kasta kedua.
Namun Van Gastel ternyata berhasil memoles PSIM menjadi tim yang mulai diperhitungkan. Dengan materi tim tanpa pemain bintang, sentuhan pelatih asal Belanda ini mampu mengubah Laskar Mataram sebagai tim yang solid dengan permainan efisien dan efektif.
Hasilnya, PSIM sudah membuat kejutan dengan menaklukkan Persebaya 1-0 di laga perdana Super League. Kemenangan yang sangat berarti atau lebih dari sekadar tiga poin karena diraih di kandang lawan di Surabaya.
Saat kemenangan itu dianggap sebagai kejutan awal, PSIM kembali membuktikan dengan mengambil poin saat menghadapi dua tim elite, Arema FC dan Persib. Mereka memaksa kedua tim itu bermain imbang 1-1. Konsistensi PSIM mengantarkan mereka menduduki peringkat enam klasemen sementara.
Keberhasilan PSIM bertahan di papan atas menunjukkan manajemen tak salah memilih pelatih. Bahkan manajer Razzi Taruna menuturkan pemilihan pelatih yang tepat menjadi faktor paling krusial di balik performa tim.
“Keputusan menunjuk pelatih kepala menjadi fondasi utama dalam membangun konsistensi permainan tim. Ini yang menjadikan kami tidak terburu-buru dan sangat serius mencari pelatih. Pasalnya kami harus bisa mendapatkan sosok yang tidak hanya memiliki rekam jejak kuat, tetapi juga selaras dengan karakter klub dan pemain,” kata Razzi dalam diskusi santai di PSIM Store di Wisma PSIM, Yogyakarta, Kamis, 15 Januari 2026 sore WIB.
“Kalau melihat ke belakang, kunci utamanya memang di pemilihan pelatih. Kami benar-benar mencari yang cocok, dan Alhamdulillah akhirnya ketemu,” ujar dia.
Saking hati-hati memilih pelatih, Razzi sampai bersitegang dengan Yuliana Tasno sebagai Dirut PSIM. Gara-garanya, sang Dirut yang akrab disapa Liliana menilai Razzi terlalu lama menentukan pelatih.
“Kami sampai berselisih dan itu sangat panas hanya untuk menetapkan pelatih. Dia [Razzi] terlalu lama menentukan pelatih. Padahal masih banyak yang harus diselesaikan seperti persiapan tim, kontrak pemain,” kata Liliana.
“Namun sikap hati-hati dan cermat dari manajer memang tidak salah dengan menunjuk pelatih Van Gastel,” ucapnya.
Sukses membawa PSIM ke papan atas membuat manajemen mempertimbangkan memperpanjang kontrak sang pelatih. Razzi menyatakan PSIM tidak sekadar membangun hubungan jangka pendek dengan pelatih.
Manajemen ingin menjalin kerja sama yang berkelanjutan demi stabilitas tim. Meski demikian dirinya menyadari masih ada dinamika pro dan kontra di ruang publik dengan rencana pemberian kontrak baru bagi pelatih. Apalagi, kompetisi masih separuh perjalanan sehingga belum diketahui di mana posisi terakhir PSIM.
“Kami memang ingin menjalin kerjasama yang lebih panjang. Dan, ini sudah mulai dirancang persiapan menuju ke sana,” kata Razzi.
BACA JUGA:
“Kami minta dukungan dulu. Kritik itu wajib, tapi beri kepercayaan. Pengalaman beliau jauh di atas kami, dan selama ini setiap keputusan selalu punya dasar yang jelas,” ujarnya.
Menurut Razzi perjalanan PSIM musim ini memang masih panjang. Dari total 26 pemain, beberapa masih menjalani pemulihan cedera. Sejumlah pemain seperti Yusaku Yamadera mulai kembali bergabung dalam latihan. Sementara beberapa nama lain masih ditangani tim medis dan pelatih fisik untuk mengejar kondisi ideal.