YOGYAKARTA - Laga uji coba PSIM Yogyakarta melawan PSIS Semarang sebagai ajang pemanasan sebelum menghadapi Persijap Jepara di kompetisi Super League. PSIM mengusung misi di uji coba yang digelar di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sabtu, 13 Desember 2025 sore WIB.
Laga uji coba perdana PSIM di tengah jeda kompetisi dengan menjamu PSIS yang kini bermain di Championship. Laga itu dimenangkan PSIM dengan skor 2-0 lewat gol-gol Fahreza Sudin dan Kasim Botan.
Meski menang, namun pelatih Jean-Paul Van Gastel tidak terlalu memikirkan hasil akhir. Pasalnya ini menjadi ajang pemanasan PSIM sebelum menghadapi Persijap.
Misi utama Van Gastel tak lain mengembalikan kebugaran pemain usai liburan selama satu pekan. Ia ingin melihat respons fisik dan pemahaman taktik pemain asuhannya.
“Hasil laga ini tentu baik. Namu bagi saya, hasil bukanlah sesuatu yang penting,” ujar Van Gastel.
“Dari pertandingan setelah libur, kami berusaha kembali ke ritme. Selain itu fokus pada aspek fisik dan taktik permainan yang ingin diterapkan,” kata pelatih asal Belanda itu.
Van Gastel mengakui timnya sempat kesulitan mengembangkan permainan. Apalagi tim bermain di lapangan dengan kondisi yang kurang bagus.
“Kondisi lapangan sedikit kurang bagus. Kami kesulitan mengontrol permainan karena kami menyukai gaya permainan umpan,” tutur dia.
Situasi dipersulit dengan strategi lawan yang bermain bertahan. “Dengan kondisi lapangan seperti itu, ditambah lawan bermain lebih dalam, maka pertandingan menjadi sulit,” ujar Van Gastel.
Van Gastel mencatat sejumlah poin evaluasi penting dari laga persahabatan ini. Ia menyadari masih banyak celah yang harus segera dibenahi. Termasuk kondisi fisik pemain yang menjadi sorotan menjelang laga tandang.
“Kami bisa memperbaiki banyak hal. Jelas, hampir tidak pernah ada pertandingan yang sempurna, jadi selalu ada hal yang perlu diperbaiki,” kata eks pemain Feyenoord ini menegaskan.
BACA JUGA:
“Aspek fisik juga perlu kami tingkatkan. Kami harus siap untuk pertandingan melawan Jepara. Bagi saya, skor tidak penting. Namun, saya ingin melihat attitude (sikap) yang tepat dari para pemain secara keseluruhan,” ujar Van Gastel.
Meski tren PSIM di Super League cukup positif, Van Gastel tak ingin premain cepat berpuas diri. “Kami harus tetap rendah hati dan sederhana, mengingat kami adalah tim promosi di Super League musim ini. Namun, saya juga ingin melihat pembuktian bahwa kami layak berada di posisi ini,” ujarnya.