Bagikan:

JAKARTA - Kiper Chelsea Robert Sanchez memang apes. Blunder dua kali menjadikan brace Alejandro Garnacho sia-sia dan Chelsea harus mengakui keunggulan Arsenal 3-2 di pertandingan pertama semifinal Piala Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, Kamis, 15 Januari 2026 dini hari WIB.

Hasil yang mengecewakan Chelsea yang bermain di kandang sendiri. Terutama setelah manajer anyar Liam Rosenior melakukan debut memuaskan. Menggantikan Enzo Maresca yang dipecat, Rosenior membawa Chelsea menghancurkan tim dari divisi bawah Charlton Athletic 5-1 di babak ketiga Piala FA.

Kemenangan besar ini tentu menjadi modal penting Chelsea saat menghadapi lawan berat, Arsenal, di London Derby. Arsenal memang bukan lawan enteng. Bagaimana tidak, The Gunners tengah nangkring di puncak klasemen Premier League Inggris. Sementara, Chelsea yang menempati peringkat delapan sudah tertinggal 18 poin dengan Arsenal.

Arsenal juga sudah me-warning Chelsea saat sebelum laga manajer Mikel Arteta menyatakan ambisi meraih trofi di Carabao Cup. Ya, sambil menunggu gelar juara Premier League yang tak kunjung diraih sejak 2004, dirinya ingin membawa Arsenal memenangi kompetisi kasta ketiga.

Pasalnya selama lima tahun di Emirates, Arteta baru meraih Piala FA dan Community Shield yang sekadar laga pembuka Liga Inggris dan tim-tim yang bertanding memang kurang serius karena lebih fokus pada persiapan kompetisi.

Menurut dia Arsenal termotivasi dengan kegagalan musim lalu di semifinal Carabao Cup. Bertemu Newcastle United yang kemudian juara, klub London Utara ini kalah agregat 4-0. Mereka juga selalu gagal saat sudah mencapai semifinal seperti di Liga Champions 2025 dan Liga Europa 2021.

Alhasil, Arteta menurunkan skuad terbaik saat menyambangi markas Chelsea. Sebaliknya, Rosenior malah merotasi pemain. Namun, eks pelatih Strasbourg ini tak punya pilihan selain mengubah komposisi pemain karena sudah kehilangan Cole Palmer, Moises Caicedo, Reece James, Liam Delap, Jamie Gittens dan Malo Gusto.

Ada yang cedera maupun terkena larangan bermain sehingga striker muda Marc Guiu yang lebih sering duduk di bench menjadi pilihan pertama Rosenior sebagai centre forward.

Arsenal pun mengawali laga dengan agresivitas tinggi demi menekan pertahanan The Blues. Usaha tim tamu langsung membuahkan hasil saat bek Ben White membobol gawang Chelsea saat laga baru berjalan tujuh menit.

Gol terjadi setelah Sanchez melakukan blunder dengan gagal menjangkau bola dari sepak pojok Declan Rice. Bola pun mengarah ke White yang dengan gampang menyundul ke gawang.

Tertinggal 1-0, Chelsea langsung meningkatkan daya serang demi menyamakan skor. Paling tidak, Chelsea punya dua peluang melalui Enzo Fernandez dan Estevao Willian. Hanya peluang mereka bisa digagalkan dengan baik oleh kiper Kepa Arrizabalaga yang menggantikan David Raya. Skor satu gol untuk Arsenal bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Chelsea melakukan start dengan buruk. Sanchez kembali blunder yang mengakibatkan gawangnya kebobolan saat laga baru berjalan lima menit.

Gol berawal saat Sanchez hendak menangkap bola silang White. Namun bola terlepas dari tangannya dan mengarah kepada striker Viktor Gyokeres. Tak ayal, Gyokeres yang sebelumnya sulit mencetak gol akhirnya bisa mengatasi kemandulannya.

Gol gampang ini merupakan yang pertama selama 16 pertandingan terakhir Gyokeres. Dengan demikian striker timnas Swedia ini baru mengemas delapan gol dari 26 penampilan bersama Arsenal sejak direkrut dari Sporting Lisbon tahun lalu.

Dalam posisi tertinggal 2-0, Rosenior memasukkan Garnacho dan menarik Guiu. Keputusan ini tak salah karena Garnacho mampu menghidupkan lini depan tim London Barat itu.

Tak hanya itu, Garnacho sukses memperkecil ketinggalan Chelsea setelah mencetak gol lewat sepakan dari jarak dekat di menit 57. Skor berubah 2-1.

Namun Arsenal sudah tidak terbendung. Apalagi permainan terbuka mereka selalu menyulitkan pertahanan Chelsea. Terbukti, gelandang Martin Zubimendi memantapkan keunggulan Arsenal menjadi 3-1 di menit 71.

Berawal dari aksi individual Zubimendi saat menerima bola dari Gyokeres di kotak penalti. Dia sempat menggocek bola sebelum melepaskan tendangan keras yang menaklukkan Sanchez.

Chelsea sesungguhnya menolak menyerah. Saat laga memasuki bagian akhir, Garnacho kembali membobol gawang Kepa untuk memperkecil ketinggalan tim. Di menit 83, tendangan dia sukses mengubah skor menjadi 3-2.

Hanya Chelsea tak bisa memanfaatkan waktu tersisa untuk menambah gol. Arsenal berhasil mengunci skor itu dan membuka peluang ke final untuk menghadapi Manchester City atau Newcastle. Sementara, Chelsea harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan pada laga kedua semifinal di kandang Arsenal.