JAKARTA - Pemimpin klasemen Liga Inggris, Arsenal, yang baru saja menang adu penalti atas Crystal Palace di perempat final Piala Carabao (Carabao Cup), akan menjamu Brighton & Hove Albion di Stadion Emirates pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dengan Manchester City bermain beberapa jam sebelum pertandingan tersebut, keunggulan tipis Arsenal dua poin bisa saja hilang sebelum mereka turun ke lapangan.
Tim asuhan Mikel Arteta sedang menjalani jadwal padat pada Desember 2025 dan akan memainkan pertandingan keenam dari delapan pertandingan bulan ini pada akhir pekan ini.
Musim liburan telah menguji kedalaman skuad Arsenal, dengan Arsenal berpotensi kehilangan tujuh pemain untuk pertandingan melawan Brighton.
BACA JUGA:
Situasi tak kalah pincang sebetulnya juga dialami Brighton. Fabian Hurzeler memang akan menyambut kembalinya lima pemain utama untuk pertandingan ini, tapi dia juga dipastikan kehilangan empat pemain, yang mengakibatkan rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan.
Laga melawan Brighton akan dijadikan Arteta untuk menjawab masalah finsihing. Meskipun memenangi ketiga pertandingan terakhir, Arsenal belum mencetak satu gol pun dari permainan terbuka. Padahal, mereka menghasilkan 5,89 ekspektasi gol.
Tiga dari empat gol terakhir yang dicetak Arsenal berasal dari gol bunuh diri. Satu gol lain dibuat Viktor Gyokeres, itu pun dari titik penalti.
Dalam beberapa hal, ini masih merupakan kabar baik bagi Arsenal mengingat ekspektasi kebobolan Arsenal dalam tiga pertandingan tersebut hanya 1,49.
The Gunners juga masih menghasilkan performa yang bisa memenangi pertandingan. Namun, margin di Liga Inggris sangat ketat.
Performa ekspektasi gol yang di bawah rata-rata dapat kembali menghantui Arsenal. Arteta membutuhkan penyerangnya untuk jauh lebih efisien karena Brighton memiliki daya serang untuk memberikan kejutan pada menit-menit akhir, seperti yang dilakukan Crystal Palace pada injury time di Carabao Cup.
Arteta mulai punya banyak pilihan sekarang di jantung lini depan dengan kehadiran Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres.
Jesus menampilkan permainan apik untuk Arsenal melawan Crystal Palace. Berkolaborasi dengan indah bersama Gabriel Martinelli dan Myles Lewis-Skelly saat ia bertukar posisi di sisi kiri, kelancaran permainan menyerang The Gunners sangat memukau.
Hal ini mengingatkan kembali pada tantangan gelar pertama Arsenal di bawah Arteta pada musim 2022/2023, ketika Jesus menjadi tulang punggung serangan Arsenal yang penuh kejutan dan menyiksa pertahanan lawan.
Pada saat yang sama, kecenderungan Jesus berada di ujung tombak serta sering gagal memanfaatkan banyak peluang yang jatuh ke kakinya, semakin menegaskan mengapa para kritikus selalu menekankan perlunya Arsenal mendatangkan striker mematikan untuk membantu mereka meraih gelar juara.
Gyokeres seharusnya menjadi jawabannya, tetapi sungguh ironis bagaimana hanya tiga hari setelah mencetak penalti yang meningkatkan kepercayaan diri, Arteta memilih untuk tidak memasukkannya melawan Crystal Palace.
Bahkan, ketika Arsenal mengejar gol kemenangan pada menit-menit akhir atau untuk adu penalti yang akhirnya terjadi, pelatih asal Spanyol itu juga tak menurunkan Gyokeres.
Kurangnya kepercayaan sang manajer kepada pemain asa Swedia itu mungkin juga meluas ke rekan-rekan setimnya, yang tampak telah menghindar untuk mendukung pergerakan Gyokeres musim ini.
Sebetulnya, Arteta masih punya nama lain, yaitu Kai Havertz. Pemain asal Jerman itu sudah kembali berlatih. Arsenal saat ini jauh lebih cocok dengan kualitasnya.
Gyokeres dan Jesus mungkin akan mendapati waktu bermain mereka berkurang setelah Havertz menemukan ketajamannya. Hanya saja, pemain asal Jerman itu tampaknya belum akan turun dalam waktu dekat.
Melawan Brighton, kemungkinan besar Gyokeres akan memimpin lini depan Arsenal. Itu mungkin akan menimbulkan lebih banyak masalah bagi Arsenal daripada solusi.
Menarik dinantikan apakah Gyokeres bisa membuktikan diri atau tidak untuk menjadi solusi penyelesaian akhir Arsenal. Jika tidak, Brighton bisa menjadi penghukum untuk memberikan kekalahan ketiga The Gunners di liga.
Meski secara peringkat terpaut cukup jauh, pasukan Fabian Hurzeler punya catatan pertemuan yang tak terlalu buruk melawan Arsenal.
Hurzeler memang belum mengalahkan Arteta dalam tiga percobaan. Brighton kalah 0-2 di Piala Carabao awal musim ini, tetapi dua perjumpaan lain berakhir imbang dengan skor sama 1-1.
Prakiraan Formasi
Arsenal: David Raya; Timber, Hincapie, Saliba, Calafiori; Rice, Zubimendi, Odegaard; Trossard, Gyokeres, Saka
Brighton: Verbruggen; Wieffer, Coppola, Boscagli, Kadioglu; Ayari, Hinshelwood; Minteh, Gruda, De Cuyper; Rutter