Bagikan:

JAKARTA - Kontingen Indonesia membuat kejutan di ajang Asian Youth Para Games 2025 setelah menyodok ke peringkat enam klasemen perolehan medali. Keberhasilan melampuai target itu tidak terlepas dari pencapaian gemilang cabang para renang yang panen medali emas.

Indonesia mengalami lonjakan perolehan medali. Tim Merah Putih sukses mengumpulkan 44 medali dengan rincian 15 medali emas, 20 medali perak dan 9 medali perunggu. Raihan medali tersebut jauh melebihi ekspektasi awal yang hanya menargetkan 4 emas, 8 perak dan 10 perunggu.

Dengan raihan medali itu, Indonesia menduduki peringkat enam. Sedangkan pemuncak klasemen dikuasai Uzbekistan yang meraih 96 medali emas, 55 perak dan 35 perunggu.

Di antara negara ASEAN, Indonesia masih kalah bersaing dengan Thailand yang berhasil menduduki peringkat empat. Thailand mampu meraup 23 emas, 25 perak dan 29 perunggu. Persaingan dua negara Asia Tenggara itu diprediksi bakal berlanjut di ASEA Para Games 2025 dengan Thailand yang bertindak sebagai tuan rumah.

Indonesia sendiri panen medali lewat cabang olahraga para renang. Para atlet menyelesaikan cabor para renang dengan raihan 11 medali emas, 11 medali perak dan 4 medali perunggu.

Abdil Majid Rahman menjadi salah satu atlet yang tampil impresif ketika turun di enam nomor lomba di Hamdan Sports Complex. Abdil secara mengejutkan meraih empat medali emas dan dua medali perak.

Keberhasilan atlet asal Kabupaten Kampar, Riau ini menyamai perolehan medali Siti Aisyah. Siti yang berasal dari Sumatera Barat menjadi peraih medali emas pertama kontingen Indonesia dan menambah tiga medali emas pada hari terakhir lomba para renang.

Sementara atlet asal Jawa Tengah, Iput Etri Hafana, meraih dua medali emas dan medali emas lain cabor para renang diraih atlet asal Bali, I Komang Aditya Pradnyana.

Pelatih Para Renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, mengungkapkan rasa bahagia setelah delapan atlet yang dibawa ke Dubai berhasil meraih total 26 medali.

“Ini menjadi kejutan kejutan karena sejak semula kami sama sekali tidak mematok target tinggi. Pasalnya tim pelatih masih buta dengan kekuatan lawan,” kata Agni Herarti saat memberikan keterangan di Dubai Club For People of Determination, Jumat, 12 Desember 2025 malam waktu setempat.

“Dari tim pelatih sesungguhnya lebih fokus pada pencapaian waktu dari para atlet. Tidak semua atlet bisa mencapai waktu terbaik, tetapi mereka sudah menunjukkan kemajuan dari latihan dengan meraih hasil lebih baik saat lomba,” ujar Agni Herarta.

Menurut dia Abdil menjadi salah satu atlet yang menunjukkan kemajuan luar biasa. Ia menyelesaikan nomor pertandingan 100 meter gaya dada S7 kategori usia 12-16 tahun dengan catatan waktu 1 menit 21 detik.

Catatan waktu tersebut sudah masuk standar kualifikasi untuk bertanding di ajang Para Renang World Championship. Agni Herarta optimistis dengan masa depan para atlet muda yang berprestasi di ajang Asian Youth Para Games 2025.

“Kami optimis dengan masa depan mereka. Dari sisi usia mereka masih sangat muda dan punya potensi meraih prestasi lebih tinggi,” ucap Agni Herarta.

Sementara itu, Abdil Majid Rahman mengaku bahagia mampu mempersembahkan empat medali emas dan dua medali perak untuk Indonesia. Menurut atlet didikan Sekolah Khusus Disabilitas (SKODI) ini perjuangan menjalani pemusatan latihan di Kota Solo sejak November 2023 akhirnya berbuah hasil.

“Raihan medali ini menjadi kejutan buat saya karena ini pertama kali saya bertanding di ajang internasional. Persaingannya di semua nomor pertandingan sangat ketat. Saya tidak menyangka bisa meraih enam medali,” tutur Abdil yang tengah dipersiapkan tampil di ASEAN Para Games 2025. 

“Raihan medali ini saya persembahkan untuk SKODI, provinsi, ayah dan ibu,” ujar atlet kelahiran 21 Februari 2009 ini.

Selain dari cabor para renang, Indonesia juga mendapatkan tambahan medali dari cabang olahraga para atletik yang meraih tiga emas dan empat perak. Dari para atletik, Indonesia masih berpotensi meraih medali.

Indonesia pun masih punya peluang untuk mendapatkan medali lagi dari cabang olahraga para bulu tangkis yang sejak awal menjadi andalan.

Atlet-atlet para bulu tangkis akan melakoni partai final di venue Etisalat Academy Dubai. Tak ketinggalan atlet-atlet dari cabang olahraga boccia. Ada tiga nomor yang berpotensi mendapatkan medali emas.