JAKARTA - Penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi minuman tertentu dapat meningkatkan risiko stroke. Minuman tersebut ialah soda, jus buah, dan kopi.
"Temuan terpenting kami ialah adanya kaitan antara peningkatan risiko stroke dengan konsumsi kopi yang tinggi atau sering mengonsumsi minuman bersoda atau jus buah," kata ahli epidemiologi, Andrew Smyth, dikutip dari Newsweek, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Stroke terjadi saat suplai darah ke otak terganggu, yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Dalam 87 persen kasus, hal ini tak hanya disebabkan oleh gumpalan darah, tetapi juga bisa disebabkan oleh pendarahan di otak, yang dikenal dengan pendarahan intraserebral.
Pada penelitian yang dipimpin oleh Galway University, Irlandia, tersebut diungkapkan bahwa minuman buah berkaitan dengan peningkatan risiko pendarahan intraserebral sebesar 37 persen.
BACA JUGA:
Konsumsi minuman atau jus buah dengan tambahan gula dan pengawet per hari meningkatkan risiko tersebut hingga tiga kali lipat. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua minuman buah.
"Tidak semua minuman buah diciptakan sama. Jus buah segar kemungkinan memberikan manfaat, tetapi minuman buah yang terbuat dari konsentrat dengan banyak tambahan gula dan pengawet, mungkin berbahaya," ujarnya.
Peneliti juga menemukan bahwa minuman berkarbonasi baik yang menggunakan gula atau pemanis buatan seperti soda, dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan terjadinya stroke pertama atau pendarahan intrakranial (ICH) sampai 22 persen.
Sementara untuk kopi, minum lebih dari empat cangkit kopi per hari berkaitan dengan peningkatan stroke lebih dari sepertiga. Karena itu, dianjurkan untuk membatasi konsumsinya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membatasi kopi hingga kurang dari empat cangkir per hari, mengurangi atau meminimalisasi konsumsi minuman bersoda dan jus atau minuman buah, dan ketika memilih minuman dingin sebaiknya pilih air putih sebanyak mungkin," tutur Smyth.