Bagikan:

JAKARTA - PSSI melalui Wakil Ketua Umum (Waketum), Ratu Tisha Destria, merespons santai soal potensi main mata antara Vietnam dan Malaysia di SEA Games 2025. 

Pertandingan antara Vietnam dan Malaysia akan jadi penentu langkah Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025. Jika pertandingan di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada Kamis, 11 Desember 2025, itu berakhir imbang, maka asa Garuda Muda ke fase gugur langsung pupus. 

Spekulasi berkembang bahwa Vietnam dan Malaysia bisa saja main mata untuk menuntaskan laga dengan hasil imbang demi menyingkirkan Indonesia U-23.

Menyoal situasi itu, Ratu Tisha menyebut bahwa PSSI hanya fokus pada hal yang bisa dikendalikan ketimbang memikirkan kemungkinan di luar. Selain itu, yang terpenting menurutnya ialah meminta doa agar Timnas Indonesia U-23 bisa menuai hasil terbaik. 

"Kami ini (PSSI) pelaku, ya, bukan fan. Jadi, apa yang kami perlu lakukan seperti evaluasi, berbenah, ya, kami lakukan, kami hadapi dan menangi, itu saja. Jadi, kami minta doanya," kata Ratu Tisha di Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2025. 

Ketimbang memikirkan faktor luar, Tisha lebih menekankan bahwa saat ini penting untuk memusatkan dukungan serta persiapan bagi Timnas Indonesia U-23. Soalnya, masih ada satu laga kontra Myanmar yang harus dijalani pada Jumat, 12 Desember 2025. 

"Dari Pak Erick (Thohir) dukungannya luar biasa. Koordinasi di PSSI sangat maksimal. Kekurangan pasti ada, tapi kami hadapi pertandingan demi pertandingan."

"Besok (Jumat) kami jalani pertandingan (melawan Myanmar). Kami hadapi itu dulu secara maksimal. Enggak ada kata lain selain kita konsentrasi, evaluasi dari yang sudah, lalu fokus menangi laga besok," ucap Tisha.

Dalam hal ini, PSSI berpikir positif. Vietnam dan Malaysia diyakini akan tampil dengan potensi terbaiknya. Karena itu, Timnas Indonesia U-23 diminta fokus pada diri sendiri.

Ratu Tisha juga berpesan agar publik tetap memberikan doa dan dukungan bagi Indonesia U-23. Selain itu, ia meminta agar publik Indonesia tidak terprovokasi dengan isu-isu liar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.