Bagikan:

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, meminta masukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait deregulasi aturan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang pada saat ini tengah digodok.

Pembahasan terkait deregulasi aturan tersebut disampaikan oleh Erick Thohir saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor KONI Pusat dan bertemu dengan Ketum KONI, Marciano Norman, di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 4 Desember 2025, siang WIB.

"Tadi salah satu yang saya sampaikan bahwa kami (Kemenpora) meminta masukan mengenai yang sedang kami jalankan, yaitu deregulasi 191 Peraturan (Menteri)," ujar Erick kepada wartawan setelah pertemuan.

Keputusan untuk menyederhanakan 191 Peraturan Menteri (Permen) sejak 2009 menjadi lima hingga 20 saja dilakukan mengingat terdapat banyak aturan yang sudah tidak relevan lagi.

Salah satu aturan yang ikut tergusur ialah Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi. Permen ini sempat menimbulkan polemik di antara pemangku kepentingan olahraga nasional.

"Program (deregulasi) ini akan tuntas—janjinya dari tim Desember ini selesai. Jadi, baru nanti pada awal tahun depan kami mulai berdiskusi kepada publik dan tentu stakeholder olahraga apa yang kita bisa lakukan," ujar Erick.

Dalam pertemuan ini, diskusi juga mengarah ke konsolidasi antara KONI dan Pemerintah. Kedua belah pihak sepakat untuk membuat program besar pada tahun yang akan datang agar olahraga nasional bisa punya prestasi mentereng pada masa mendatang.

Erick mengatakan bahwa fokus terbesar terutama kepada olahraga-olahraga yang harus disiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON), dan bisa berlanjut ke SEA Games, Asian Games, serta Olimpiade.

"Insyaallah tahun depan kami coba membuat sebuah program bersama yang kami tadi lakukan untuk kebaikan untuk masyarakat olahraga. Tentu kami mendukung apa yang dilakukan Pak Marciano dalam melakukan transformasi di KONI selama ini," kata Erick.

Bahasan lain dalam kunjungan kerja ini ialah penyelenggaraan PON 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat yang fokus pada cabang olahraga Olimpiade serta PON dua tahunan seperti PON Bela Diri 2025 di Kudus baru-baru ini.

Selain itu, ada juga diskusi terkait PON Pantai 2026 yang rencananya akan berlangsung di Jakarta serta rencana menggelar PON Indoor serta PON Remaja pada 2027.