Bagikan:

JAKARTA -Pertarungan besar sekaligus memperebutkan puncak klasemen Liga Champions saat Arsenal menjamu Bayern Munchen di Stadion Emirates, Kamis, 27 November 2025 dini hari WIB. Hasilnya, Arsenal menaklukkan Bayern 3-1 dan melengserkannya dari posisi teratas.

Arsenal menunjukkan sebagai salah satu unggulan di Liga Champions. Mungkinkah klub London Utara itu memenuhi ambisi merengkuh trofi kuping lebar untuk kali pertama? Pasalnya, Arsenal menjadi satu-satunya klub elite Liga Inggris yang belum pernah mencicipi trofi juara Liga Champions.

Arsenal malah kalah dibandingkan Aston Villa dan Nottingham Forest yang pernah mengukir nama mereka di trofi itu. Bahkan Forest sukses dua kali berturut-turut menjadi juara.

Inggris pun masih menyumbang paling banyak juara karena ada Liverpool, Manchester United, Chelsea, hingga Manchester City yang menjadi klub terakhir Premier League yang mengangkat trofi itu.

Musim ini, Arsenal menempati unggulan untuk memenuhi mimpi juara meski perjalanan masih jauh. Hanya tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan sinyal meraih ambisi setelah menghajar Bayern dengan skor meyakinkan.

Ya kemenangan atas raksasa Bundesliga Jerman ini menjadikan Arsenal mencatat rekor sempurna. Declan Rice dkk memenangkan semua pertandingan sehingga mereka mengantungi poin 15.

Arsenal juga merebut posisi puncak yang sebelumnya dikuasai Bayern yang terpaksa turun ke peringkat tiga dengan perolehan 12 poin. Sama dengan Paris Saint Germain yang menghajar Tottenham Hotspur 5-3.

Sementara, Bayern menelan kekalahan pertama di kompetisi Eropa. Pertandingan itu sesungguhnya berjalan menarik dan Bayern memang tak layak kalah. Hanya, Arsenal memang tengah mencapai performa terbaik sehingga pertandingan berlangsung sengit dan kedua tim secara bergantian melakukan tekanan.

Setelah berkali-kali gagal dalam membangun serangan, Arsenal akhirnya memecah kebuntuan lebih dulu melalui pemain belakang Jurrien Timber di menit 22. Bola sundulan Timber yang menyambut sepak pojok Bukayo Saka tak bisa dicegah kiper Manuel Neuer.

Gol itu menunjukkan bila Arsenal memang jago untuk bola-bola mati. Bahkan manajer Inggris Thomas Tuchel sampai hendak mengadaptasinya saat The Three Lions berlaga di Piala Dunia 2026.

Unggul 1-0 menjadikan The Gunners kian agresif menekan pertahanan Bayern dan Eberechi Eze mendapat peluang bagus untuk memperbesar keunggulan. Hanya saja, sepakan Eze yang mencetak hattrick saat Arsenal membantai Hotspur 4-1 dalam The North London Derby ini masih melebar.

Meski demikian Bayern juga cepat bangkit. Tim asuhan Vincent Kompany berupaya mengimbangi permainan ofensif Arsenal. Hasilnya, mereka pun bisa menyamakan skor saat Lennart Karl.

Gelandang yang masih berusia 17, mampu membobol gawang tuan rumah di menit 32. Dirinya menyelesaikan assist dari Serge Gnabry yang mengubah skor menjadi 1-1. Skor imbang itu bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Arsenal yang bermain dengan tempo tinggi sepenuhnya mendominasi. Serangan mereka membuat kiper Neuer harus bekerja keras mempertahankan gawang.

Eks kiper timnas Jerman ini menggagalkan peluang dari Mikel Merino saat menyambut sepak pojok. Selanjutnya, Neuer melakukan penyelamatan gemilang dari sundulan jarak dekat Cristhian Mosquera.

Begitu pula sepakan Rice masih dicegah Neuer dengan kakinya. Namun dia akhirnya gagal menahan laju bola dari Noni Madueke di menit 69. Berawal dari gelandang Riccardo Calafiori yang berhasil menguasai bola yang dibuang bek Dayot Upamecano. Calafiori kemudian melepaskan umpan silang yang disambut Madueke untuk membobol gawang Bayern.

Skor berubah menjadi 2-1 dan menjadi titik balik permainan Arsenal. Mereka kian mendominasi dan memaksa Bayern lebih banyak bertahan meski tetap menciptakan peluang di area pertahanan Arsenal.

Hanya saja, tuan rumah sudah bermain dengan penuh kepercayaan diri sehingga mereka berhasil memantapkan keunggulan melalui Gabriel Martinelli di menit 77.

Menerima assist dari Eze, pemain depan timnas Brasil ini hanya melakukan sentuhan pertama untuk membobol gawang Bayern. Skor berubah 3-1 untuk Arsenal dan bertahan hingga laga usai.