JAKARTA – Anthony Joshua (AJ) dinilai mempertaruhkan reputasinya sebagai petarung papan atas di kelas berat ketika ia memutuskan untuk naik ring melawan Jake Paul dalam pertengahan bulan depan di Miami, Amerika Serikat.
Promotor tinju ternama sekaligus pendiri Queensberry Promotions, Frank Warren, mengatakan bahwa selain reputasi, AJ juga bisa membuyarkan mimpinya untuk melawan Tyson Fury jika sampai kalah melawan Paul.
"Jika dia tampil buruk melawan Jake Paul, ketika Anda mempertimbangkan pengalaman yang ia miliki dan apa yang dimiliki Jake Paul, maka saya rasa dia sebaiknya berhenti saja (bertarung)," kata Frank Warren yang merupakan promotor Fury dilansir Sky Sport.
Joshua belum bertarung sejak kalah dalam lima ronde dari mantan juara dunia kelas berat IBF, Daniel Dubois. Ada beberapa nama besar yang disebut sebagai calonnya lawannya saat mempersiapkan comeback, tetapi ia malah memilih Paul.
BACA JUGA:
Petarung asal Amerika Serikat itu memulai karier sebagai YouTuber sebelum beralih menjadi petinju. Meski demikian, dia masih merupakan seorang petinju profesional pemula di kelas penjelajah.
Di lain sisi, Joshua merupakan mantan juara dunia kelas berat dan peraih emas Olimpiade sehingga hampir tidak terbayangkan jika sampai kalah atau harus berjuang mati-matian untuk menang melawan Jake Paul nanti.
Warren mengatakan bahwa Jake Paul terhitung membuat keputusan berani untuk melawan Joshua, yang secara fisik dan prestasi bagai Bumi dan langit. Jadi, bukan mustahil Paul nanti bisa tampil mengejutkan.
"Hal yang perlu Anda pertimbangkan ialah bahwa Jake Paul memang berada di pusat kebugaran, sudah berlatih, dan sekarang telah menjadi petinju berlisensi," kata dia.
Fury disebut-sebut akan mengakhiri masa pensiunnya dan kembali ke ring pada 2026. Salah satu pertarungan yang sudah lama dinantikan ialah melawan Joshua, yang akan menjadi salah satu laga terbesar dalam dunia tinju.
Petarung berjuluk Raja Gipsi tersebut memutuskan pensiun dari dunia tinju setelah kalah untuk kedua kalinya melawan Oleksandr Usyk pada akhir tahun kemarin.