Bagikan:

JAKARTA - Haiti memastikan tempat mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Nikaragua pada Rabu, 19 November 2025, dini hari WIB.

Menariknya, semenjak menangani Haiti pada 2024, pelatih mereka yang berasal dari Perancis, Sebastien Migne, belum pernah mengunjungi pulau itu karena kerusuhan yang masih berlanjut.

Soalnya, Haiti terpaksa memainkan pertandingan mereka sejauh 800 kilometer di Curacao. Meski begitu, mereka memberikan sentuhan akhir pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Concacaf yang mengejutkan di mana mereka menjuarai Grup C, unggul atas tim favorit Honduras dan Kosta Rika.

Ini akan menjadi penampilan pertama Haiti di Piala Dunia dalam 52 tahun, setelah partisipasi mereka sebelumnya terjadi pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.

Para wisatawan diperingatkan untuk tidak mengunjungi Haiti, di mana kekerasan dan kerusuhan sipil telah menjadi hal yang umum sejak gempa bumi 2010.

Skuad mereka, yang dipimpin oleh gelandang Wolverhampton Wanderers kelahiran Perancis, Jean-Ricner Bellegarde, seluruhnya berbasis di luar negeri.

"Tidak mungkin (untuk berkunjung) karena terlalu berbahaya. Biasanya saya tinggal di negara tempat saya bekerja, tetapi di sini tidak."

"Tidak ada lagi penerbangan internasional yang mendarat di sana," kata Migne kepada majalah France Football.

Terlepas dari itu, Haiti berharap striker Sunderland yang sedang dalam performa terbaiknya, Wilson Isidor, bisa bergabung.

Sejauh ini, Isidor diketahui telah membela Timnas Perancis dari level U-17 hingga U-20. Namun, dia masih bisa untuk membela Haiti.

"Saya ingin menetapkan target untuk pergi ke Piala Dunia, itu akan selalu menjadi mimpi. Saya punya dua pilihan, Perancis dan Haiti."

"Haiti sudah menghubungi saya, tetapi saya belum membuat keputusan. Saat ini saya fokus pada klub saya. Di Tim Nasional Perancis, saya mengenal para pemainnya, saya pernah bermain bersama dan melawan mereka," ujar Isidor kepada harian olahraga Perancis, L'Equipe.