JAKARTA - Dari kawasan Karibia, Curacao, membuat kejutan dan mencetak sejarah saat untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia. Curacao berhak tampil di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Jamaika di pertandingan terakhir babak ketiga Grup B kualifikasi zona Concacaf. Curacao setidaknya lebih beruntung ketimbang Indonesia yang sudah memboyong banyak pemain naturalisasi, namun masih belum bisa menembus putaran final.
Curacao memecahkan rekor saat meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Dalam duel do or die di Stadion Independence Park, Rabu, 19 November 2025 dini hari WIB, Curacao mampu mempertahankan gawang tanpa kebobolan sehingga laga berakhir tanpa gol.
Hasil itu menjadikan Curacao yang mengantungi poin 12 menduduki puncak klasemen Grup B. Sedangkan Jamaika yang butuh kemenangan saat bermain di kandang sendiri menduduki peringkat dua setelah tertinggal satu poin.
Tambahan satu poin itu sudah cukup bagi Curacao untuk meraih tiket ke Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Curacao pun memecahkan rekor karena untuk kali pertama bisa berlaga di turnamen sepak bola paling akbar di muka bumi ini.
Curacao merupakan negara kepulauan kecil di Karibia yang pernah menjadi jajahan Belanda. Dengan penduduk hanya 156.115 jiwa, bandingkan dengan Kota Solo yang memiliki penduduk hingga 589.000, Curacao menjadi negara dengan penduduk paling sedikit yang berlaga di Piala Dunia. Curacao memecahkan rekor Islandia dengan populasi 350.000 jiwa saat tampil di Piala Dunia 2018.
Curacao setidaknya lebih beruntung ketimbang Indonesia yang sudah berusaha keras untuk lolos tetapi gagal. Menariknya Curacao pernah datang ke Indonesia untuk melakoni uji coba. Dari dua pertemuan itu, Indonesia selalu menang. Tim Merah Putih unggul 3-2 dan 2-1.
Namun perjalanan dua timnas itu memang berbeda. Indonesia akhirnya gagal meski sudah mendatangkan banyak pemain naturalisasi, termasuk Jay Idzes hingga Eliano Reijnders, adik pemain Manchester City dan timnas Belanda Tijjani Reijnders.
Hanya saja, Indonesia akhirnya gagal. Menariknya, baik Curacao dan Indonesia sama-sama pernah ditangani Patrick Kluivert.
Bahkan Kluivert tercatat dua kali menangani Curacao dalam rentang waktu yang berbeda. Namun dia selalu gagal mengangkat prestasi Curacao. Begitu pula di Indonesia, Kluivert tak mampu meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Gagal dengan Kluivert, Curacao mengambil langkah tepat saat mendatangkan Dick Advocaat, pelatih senior Belanda. Advocaat tidak hanya malang-melintang di klub-klub elite Eropa, dia juga menangani berbagai timnas seperti Belgia, Korea Selatan, Rusia, Serbia dan Belanda sendiri.
BACA JUGA:
Advocaat sukses mengubah Curacao menjadi kekuatan anyar di zona Concacaf. Selama putaran ketiga, Curacao tak pernah kalah dengan memenangkan tiga laga dan tiga kali imbang. Selain Curacao, timnas yang kurang diperhitungkan seperti Panama dan Haiti lolos ke Piala Dunia 2026.
Dari Eropa, Skotlandia kembali berlaga di Piala Dunia untuk kali pertama sejak 1998. Pada laga terakhir kualifikasi di Grup C, Skotlandia yang dimotori gelandang Napoli Scott McTominay berhasil mengalahkan Denmark 4-2.