JAKARTA - AS Roma membayangi ketat Napoli sekaligus mendampingi rivalnya di posisi teratas Serie A Italia setelah meraih kemenangan 2-1 atas Parma dalam laga di Stadion Olimpico, Roma, Kamis, 30 Oktober 2025 dini hari WIB.
Persaingan sengit di Liga Italia. Napoli gagal menjauh dari kejaran pesaingnya setelah mengalahkan Lecce 1-0. Saat AC Milan gagal menjaga persaingan setelah kembali bermain imbang 1-1 melawan Atalanta, namun ancaman justru datang dari Roma.
Tim ibu kota ini menunjukkan konsistensi untuk tak berhenti memburu Napoli setelah meraih tiga poin di laga kandang. Sebelumnya, Giallorossi harus bekerja untuk menaklukkan Sassuolo 1-0.
Keberhasilan meraup enam poin pada dua laga terakhir menjadikan Roma tetap berada di posisi teratas. Kini, Roma mengantungi poin 21.
Sama dengan Napoli, hanya Roma masih kalah selisih gol sehingga mereka tetap berada di peringkat dua. Sementara, Napoli bertahan di puncak klasemen.
Sebaliknya, Parma masih berkutat di papan bawah. Parma yang diperkuat kiper tim nasional Jepang Zion Suzuki ini tertahan di peringkat 15 dengan poin tujuh.
Di pertandingan ini, Roma harus bekerja keras membongkar pertahanan Parma. Apalagi Suzuki menunjukkan performa yang meyakinkan. Dirinya melakukan sejumlah penyelamatan gemilang yang menjadikan Roma gagal mencetak gol di sepanjang babak pertama.
Meski demikian, Roma sesungguhnya sempat unggul saat Matias Soule berhasil memecah kebuntuan di menit 39. Hanya setelah wasit meninjau gol itu lewat VAR, pemain Roma Zeki Celik sudah lebih dulu berada dalam posisi offside.
Selain itu, bahu Celik dinilai menghalangi pandangan kiper Suzuki sehingga wasit membatalkan gol itu.
Roma kembali melakukan tekanan. Paling tidak ada dua peluang yang seharusnya bisa membuahkan gol melalui Paulo Dybala dan bek Gianluca Mancini.
Namun mereka gagal mengonversinya. Bahkan sundulan akrobatik Mancini secara gemilang digagalkan Suzuki. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Di babak kedua, Roma mencoba meningkatkan tekanan. Sempat berulangkali gagal, Roma akhirnya berhasil memecah kebuntuan.
Bek Mario hermoso justru yang mampu membobol gawang Parma di menit 63. Dirinya sama sekali tidak mendapat halangan dari pemain Parma saat melompat tinggi untuk menyambut sepak pojok Dybala.
Bola sundulan pemain Spanyol ini gagal dicegah Suzuki yang membawa Roma unggul 1-0.
Gol Hermoso memacu semangat tim asuhan Gian Piero Gasperini untuk melakukan tekanan. Usaha tuan rumah kembali membuahkan hasil.
Kali ini striker Artem Dovbyk yang memperbesar keunggulan Roma di menit 81. Gol berawal dari sepakan Bryan Cristante yang masih bisa ditepis. Namun bola rebound yang langsung disambar Dovbyk.
Dalam posisi tertinggal 2-0, Parma berusaha meningkatkan serangan. Usaha tim asuhan Carlo Cuesta akhirnya bisa membuahkan hasil.
Bek Alessandro Circati memperkecil ketinggalan Parma di menit 86. Hanya Parma sudah kehabisan waktu. Upaya mereka menyamakan skor gagal karena sampai peluit akhir berbunyi, skor tetap 2-1 untuk Roma.
“Tiga poin yang sangat penting,” kata Gasperini menanggapi kemenangan tim kepada Football Italia.
BACA JUGA:
“Apalagi kami sempat mengalami kesulitan selama 30 menit pertama. Pasalnya kami bermain sangat hati-hati,” ucap eks pelatih Atalanta ini.
“Kami harus bekerja keras melakukan perbaikan. Saat semua sudah berjalan sesuai harapan, kami bisa bermain lebih baik. Kami tidak banyak kebobolan tetapi bisa menciptakan lebih banyak peluang,” ujar Gasperini.