YOGYAKARTA – Keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap Patrick Kluivert mendapat respon positif dari para pencinta sepak bola Tanah Air. Pasalnya saat ini PSSI resmi pecat Patrick Kluivert. Pemecatan itu dinilai tepat mengingat ada beberapa catatan keburukan Patrick Kluivert yang kerap menjadi perhatian masyarakat. Apa saja catatan tersebut? Simak artikel berikut ini.
Catatan Buruk Patrick Kluivert
Sebagai informasi, penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia dilakukan oleh PSSI sejak Januari 2025. Ia menggantikan pelatih Timnas Indonesia sebelumnya yakni Shin Tae-yong. Selama menjadi kepala pelatih, Patrick Kluivert memang tak jarang mendapat kritik. Berikut ini beberapa catatan yang dinilai buruk.
- Kasus yang kontroversial
Sejak isu penunjukan Kluivert sebagai pelatih Timnas mencuat, sorotan masyarakat terhadap kasus legenda sepak bola Belanda itu telah menuai kontroversi. Ia santer dibicarakan pernah tersandung kasus hukum terkait perjudian.
Diberitakan The Sun pada 8 Januari 2025, kasus perjudian yang menjerat Kluivert mencuat saat ia duduk sebagai Direktur Olahraga Paris Saint Germain (PSG). Ia disebut memiliki utang judi lebih dari 1 juta euro atau kurang lebih Rp16,8 miliar.
BACA JUGA:
Kasus perjudian Kluivert sendiri terjadi di tahun 2011 dan 2012 saat ia jadi pelatih tim cadangan di klub Liga Belanda, FC Twente. Ia kalah taruhan hingga membuatnya terlilit hutang dengan sebuah gangster. Akibatnya, ia disebut jadi korban pemerasan oleh gangster tersebut di tahun 2014. Meski begitu pengacara Kluivert memberi membantah isu tersebut.
- Timnas sering kalah
Di bawah kepelatihan Kluivert, Timnas Indonesia telah menjalani delapan pertandingan, namun hanya tiga kemenangan yang berhasil diraih, satu kali imbang, dan empat kali kalah. Kekalahan yang banyak menuai kekecewaan dari masyarakat Indonesia adalah saat timnas kalah dari Jepang dengan skor 0-6, kalah dari Arab Saudi dengan skor 2-3, dan kalah dari Irak dengan skor 0-1.
Kemenangan di era Kluivert diraih saat melawan Bahrain dengan skor 1-0, menang melawan China dengan skor 1-0, dan menang melawan Taiwan dengan skor 6-0. Sedangkan hasil imbang diraih timnas dalam pertandingan uji coba dengan Lebanon dengan skor 0-0.
- Sikapnya dinilai tak menghargai suporter Timnas Garuda
Kekalahan squad Garuda dari Irak tidak hanya meninggalkan kekalahan semata, namun meninggalkan ketidaksukaan suporter Timnas Indonesia terhadap Patrick Kluivert.
Ketidaksukaan tersebut dipicu karena Patrick Kluivert Pastoor, Landzaat, dan staf asal Belanda lainnya hanya diam di bench tak menghampiri suporter yang rela menonton langsung di stadion Arab Saudi. Di sisi lain, seluruh pemain Timnas menghampiri para suporter.
Perilaku Kluivert dan stafnya membuat suporter Timnas di Arab Saudi, Garuda Saudi, mengungkapkan kekecewaannya di media sosial.
"Kalian itu pengecut atau tidak peduli? Kami datang mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya, bahkan ada beberapa dari kami harus terinjak-injak, ditangkap polisi, diremehkan security, dibuang kesana kemari. Semua demi satu hal: mendukung Merah Putih dengan sepenuh hati," demikian keterangan Garuda Saudi di Instagram.
Itulah beberapa catatan buruk Patrick Kluivert. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.