JAKARTA - Jepang tertinggal lebih dulu sebelum membalikkan keadaan dan mengalahkan Brasil 3-2 di pertandingan uji coba di Stadion Tokyo, Selasa, 14 Oktober 2025 malam WIB.
Brasil tampil dengan komposisi pemain yang berbeda dibandingkan saat membantai Korea Selatan 5-0. Dalam laga di Seoul, Korsel,10 Oktober 2025 waktu setempat, Brasil yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026 turun dengan kekuatan penuh.
Pelatih Carlo Ancelotti menurunkan tiga predator, Vinicius Junior, Rodrygo dan Estevao Willian yang men-support Matheus Cunha. Selanjutnya ada gelandang veteran Casemiro yang mampu menjaga keseimbangan dan irama permainan tim. Ini menjadikan Brasil mampu menghabisi Korsel yang juga sudah mengantungi tiket ke Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Saat melakoni uji coba melawan Jepang, Ancelotti merotasi pemain. Hampir semua pemain yang menjadi starter di Seoul duduk di bench saat bertanding di Tokyo.
Hanya Casemiro, Bruno Guimaraes dan Vinicius Jr yang dipertahankan Ancelotti sebagai starter. Meski demikian, Brasil tetap mampu menunjukkan penampilan terbaik, paling tidak selama 45 menit pertama.
Brasil yang bermain ofensif mampu unggul saat laga memasuki menit 26. Guimaraes berperan dalam proses terciptanya gol itu setelah memberikan umpan ciamik kepada Paulo Henrique. Menerima umpan matang, bek Vasco da Gama ini mampu lolos dari jebakan offside dan kemudian melepaskan tendangan yang mengoyak gawang Jepang.
Unggul 1-0 menjadikan Brasil tetap bermain terbuka demi menambah gol. Hanya berselang enam menit, giliran Gabriel Martinelli yang memperbesar keunggulan Brasil. Pemain depan Arsenal ini menyambut umpan lambung Lucas Paqueta dan mengonversinya menjadi gol.
Skor berubah menjadi 2-0 untuk Brasil. Mereka tetap menguasai permainan dengan pressing tinggi. Sementara, Jepang kesulitan berkembang sehingga tak mampu memperkecil ketinggalan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Jepang tampil jauh lebih baik. Tim asuhan Hajime Moriyasu ini berhasil memanfaatkan kelengahan bek Brasil.
Jepang akhirnya memperkecil ketinggalan saat gelandang Takumi Minamino memaksimalkan blunder bek Fabricio Bruno yang salah memberikan umpan di menit 52. Minamino, mantan pemain Liverpool yang kini membela Monaco ini pun menyerobot bola dan kemudian membobol gawang Brasil.
Skor berubah 2-1 dan Jepang bermain lebih agresif. Permainan terbuka Samurai Blue mampu mengimbangi Brasil. Bahkan hanya berselang 10 menit, giliran bek Fabricio Bruno yang membuat kesalahan. Upaya dia melakukan sapu bersih di daerah sendiri justru membuat bola meluncur ke gawang sendiri. Skor pun akhirnya sama kuat 2-2.
Selanjutnya, striker Ayase Ueda yang menjadi penentu kemenangan Jepang. Dirinya mencetak gol setelah memenangkan duel udara dengan Lucas Beraldo dan sundulannya meluncur deras ke gawang Brasil. Gol yang mengubah skor menjadi 3-2 untuk Jepang di menit 71. Skor itu bertahan hingga laga usai.
“Kami bermain sangat buruk di babak kedua. Ini merupakan pertandingan dengan level tertinggi. Bila Anda lengah di sepanjang satu babak pertandingan, maka trofi juara di Piala Dunia, Copa America atau emas Olimpiade sudah pasti lenyap,” kata Casemiro.
BACA JUGA:
“Hasil ini jelas tak bisa diterima. Kami harus belajar dari kegagalan ini. Apalagi Piala Dunia tinggal hitungan bulan. Kami harus memperhatikan detil karena ini bisa membuat Anda membayar mahal kesalahan Anda,” ucap gelandang Manchester United ini.
Hasil itu menjadikan Jepang untuk kali pertama mengalahkan Brasil selama 14 pertandingan mereka. Sebelumnya, Brasil memenangkan 11 dari 13 pertandingan melawan Jepang.