JAKARTA - Bek Gabriel Magalhaes membantu Arsenal meraih kemenangan 2-1 atas Newcastle United di pertandingan Premier League Inggris. Gol Gabriel di menit terakhir menjadi penentu kemenangan dalam duel di Stadion St James’ Park, Minggu, 28 September 2025 malam WIB. Hanya manajer Mikel Arteta tetap mengritik VAR.
Arsenal menjaga tren positif di kompetisi domestik. Meski harus bekerja keras saat melakoni laga tandang, Arsenal akhirnya bisa meraih tiga poin penting. Kemenangan tim asuhan Mikel Arteta ditentukan lewat sundulan Gabriel di menit 90+6 atau beberapa saat ini bubaran pertandingan.
Kemenangan ini menjadikan persaingan di papan atas klasemen liga kian panas meski kompetisi baru memasuki enam laga. Arsenal berhasil merapatkan jarak poin dengan pimpinan klasemen Liverpool yang menelan kekalahan 2-1 lawan Crystal Palace.
Kini, Arsenal yang naik ke peringkat dua dengan menggeser Palace memiliki poin 13. Terpaut dua poin dengan Liverpool. Sementara Palace turun ke posisi tiga dengan mengantungi poin 12.
Newcastle sendiri kembali gagal meraih kemenangan. Performa Newcastle yang menurun tidak terlepas dari kepergian striker andalan Alexander Isak yang pindah ke Liverpool.
Kini, The Magpies harus berkutat di papan bawah. Mereka menduduki peringkat 15 dengan poin. Paling tidak Newcastle menemani Manchester United yang sama-sama berada di zona bawah dan lebih dekat dengan zona degradasi ketimbang zona Liga Champions.
Di laga itu, Arsenal sempat frustrasi menghadapi permainan solid Newcastle. Meski demikian, klub London Utara itu sesungguhnya berpeluang mencetak gol saat styriker Viktor Gyokeres dijatuhkan kiper Nick Pope di menit 14. Pemain Arsenal sudah bersorak dan mengangkat tangan pertanda pelanggaran itu berujung penalti.
Hanya wasit sempat meninjau insiden itu lewat VAR. Hasilnya, Pope dinilai tak melakukan pelanggaran dan wasit membatalkan keputusan. Arteta menunjukkan ketidakpuasannya atas keputusan itu karena seharusnya berbuahkan penalti.
“Bila tidak jelas dan itu sudah pasti sebuah kesalahan, seharusnya VAR tak perlu melakukan intervensi. VAR tak perlu intervensi karena jelas itu penalti,” kata Arteta.
Hal senada dikatakan pemain depan Bukayo Saka. Menurut dia pelanggaran terhadap Gyokeres sesungguhnya tak perlu ditinjau VAR karena insiden itu layak dikenai penalti.
“Ada hal-hal yang tetap harus kita bahas, penalti itu misalnya. Bila menggunakan VAR, itu jelas penalti karena itu adalah pelanggaran. Kenyataannya, wasit meninjau insiden itu sampai cukup lama. Ini menunjukkan bila kejadian itu sesungguhnya tidak jelas ditangkap kamera dan itu adalah pelanggaran,” kata Saka.
Gagal mendapat penalti, The Gunners malah tertekan karena Newcastle berhasil unggul. Striker Nick Woltemade sukses membobol gawang Arsenal di menit 34. Gol ini tercipta setelah Woltermade memenangkan duel udara. Dirinya melompat tinggi untuk menyambut bola silang dan sundulannya menaklukkan kiper David Raya.
Unggul 1-0, Newcastle langsung memperkuat pertahanan. Mereka berusaha mempertahankan skor itu demi meraih kemenangan kedua di kompetisi domestik. Usaha The Toon Army masih bisa memberi hasil hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Arsenal meningkatkan tekanan. Namun serangan mereka selalu menemui kebuntuan sampai akhirnya Arsenal bisa menyamakan skor menjelang akhir pertandingan.
Di menit 84, sundulan gelandang Mikel Merino yang menyambut bola silang Declan Rice memecah kebuntuan sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Gol Merino rupanya menaikkan adrenalin pemain The Gunners. Mereka mencoba memanfaatkan waktu yang tinggal hitungan menit, terutama saat memasuki injury time.
Hasilnya saat pertandingan tinggal beberapa menit lagi, Gabriel sukses membobol gawang Newcastle. Dirinya melompat tinggi menyambut sepak pojok Martin Odegaard. Sundulan bek Brasil ini menaklukkan Pope sekaligus mengubah skor menjadi 2-1. Tak lama kemudian pertandingan berakhir.
“Dua gol di menit akhir yang menyakitkan karena terjadi di laga kandang,” kata manajer Newcastle Eddie Howe.
“Harus diakui kami memang gagal menunjukkan yang terbaik. Pemain sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun kami gagal dalam hal detil dan itu yang harus kami bayarkan,” ujarnya.
“Secara keseluruhan performa mereka, Odegaard berhasil membuat perbedaan,” kata Howe lagi.
Sementara, Arteta menilai Arsenal pantas menang. Menurut dia tim menunjukkan penampilan terbaik dan pemain berusaha keras bagaimana bisa memenangkan pertandingan.
“Kami sepenuhnya pantas menang. Bagaimana performa kami dan cara bermain agar bisa tetap bersaing. Kami juga menciptakan banyak peluang. Dan kami melakukannya dengan cara yang dramatis untuk menang,” ujar Arteta.
BACA JUGA:
“Pemain menunjukkan keberanian, determinasi dan kualitasnya. Kami harus berada pada level lebih tinggi untuk bermain seperti itu,” ucapnya.
Saka yang menjadi kapten di laga itu mengaku sulit percaya bisa menang di menit terakhir. Sulit dipercaya. Saya tak bisa berkata-kata lagi. Tak ada yang lebih baik kecuali menang di menit terakhir,” kata dia.