Bagikan:

JAKARTA - Manajer Tim Nasional (Timnas) Wanita Inggris, Sarina Wiegman, memenangi penghargaan Trofi Johan Cruyff untuk manajer terbaik di sepak bola wanita pada ajang Ballon d'Or yang diselenggarakan Selasa, 23 September 2025, dini hari WIB, di Paris.

Wiegman memenangi gelar Euro dua kali berturut-turut bersama Lionesses pada Juli 2025, menjadikannya manajer pertama yang meraih rekor itu.

Legenda Belanda, Ruud Gullit, memberikan penghargaan tersebut dan berkata kepada Wiegman di atas panggung: "Tolong, tolong, tolong kembalilah ke Belanda!"

Wiegman menjawab: "Saya akan tinggal di Inggris untuk sementara waktu."

Dalam pidatonya, Wiegman menyempatkan diri untuk membahas pekerjaan yang masih perlu dilakukan dalam sepak bola wanita.

"Merupakan suatu kehormatan menerima penghargaan ini setelah musim panas yang luar biasa. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain, staf, FA (Federasi Sepak Bola Inggris), dan keluarga saya atas kerja keras, kepercayaan, serta dukungan tanpa syarat yang saya terima dari mereka. Tanpa kalian, saya tidak akan berdiri di sini."

"Sepak bola wanita telah berkembang pesat, kami telah memecahkan rekor. Saya juga ingin berterima kasih kepada Swiss atas penyelenggaraan Euro 2025 karena sungguh luar biasa."

"Ini bukan sekadar kehormatan pribadi. Saya melihatnya sebagai pengakuan atas sepak bola wanita dan perjalanan kami karena kami telah melangkah sejauh ini."

"Dengan pengakuan ini, kami harus bertanggung jawab dan berusaha mempertahankan identitas kami. Menjadi autentik, inklusif, tempat di mana semua orang merasa diterima. Saya harap kita akan terus berjuang bersama melawan misogini dan rasisme."

"Olahraga harus selalu menyatukan dan tidak pernah memecah belah," ujar Wiegman pada upacara di Paris.

Wiegman dinominasikan bersama Manajer Chelsea Sonia Bompastor dan Manajer Arsenal Renee Slegers.

Manajer Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memenangi penghargaan Trofi Johan Cruyff untuk kategori pria setelah timnya meraih kesuksesan di Liga Champions dan Ligue 1.

PSG memenangi turnamen klub teratas Eropa untuk pertama kalinya, mengalahkan Inter Milan 5-0 di final.