JAKARTA - Xabi Alonso membantah bahwa Kylian Mbappe cemas karena belum memenangi Liga Champions bersama Real Madrid, setelah sebelumnya gagal mengangkat trofi tersebut sepanjang kariernya.
Mbappe bergabung Real Madrid dari Paris Saint-Germain musim panas lalu. Sepeninggal sang penyerang, PSG langsung memenangi Liga Champions musim lalu untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Sementara itu, Real Madrid tersingkir oleh Arsenal di perempat final dengan agregat 1-5 meskipun Mbappe tampil baik secara keseluruhan, mencetak 44 gol di semua ajang pada musim 2024/2025.
"Dia tidak cemas, tidak. Kami semua merasa ini adalah proyek yang baru saja dimulai. Salah satu tujuan di Real Madrid ialah memenangi Liga Champions. Semoga lebih cepat. Namun, kami belum membicarakan Mei (2026)," kata Alonso.
BACA JUGA:
Real Madrid memulai musim debut Alonso dengan baik, memenangi keempat pertandingan La Liga sejauh ini--setelah mencapai semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 pada musim panas--dengan Mbappe mencetak empat gol.
"Saya optimistis (dengan performa Mbappe). Pada Piala Dunia Antarklub 2025, Kylian agak 'ringan' karena dia menderita gastroenteritis."
"Kami mulai saling mengenal. Sekarang Anda lihat dia pemain yang seperti apa. Dia mengerti sepak bola. Kami membutuhkannya dan membutuhkan kualitas kolektif tim," tutur Alonso.
Alonso lebih lanjut mengatakan Mbappe tanpa diragukan lagi ialah salah satu pemimpin tim, pada musim kedua sang penyerang di Bernabeu.
"Dengan kepribadiannya, pengalamannya, dan pengaruhnya terhadap yang lain, dia salah satunya. Ketika tim itu solid dan kuat, yang lain tahu ke mana mereka harus mencari," ujar pelatih asal Spanyol itu.
Dukungan juga mengalir dari rekan-rekan Real Madrid agar Mbappe mewujudkan mimpi meraih trofi Liga Champions pertama dalam kariernya.
"Tahun lalu Kylian mencetak banyak gol. Dia masih melakukannya musim ini. Namun, sebagai tim, kami juga terus berkembang."
"Kylian berada di level yang luar biasa. Kami tahu bersamanya, kami memiliki peluang lebih besar untuk memenangi pertandingan," kata Aurelien Tchouameni.
Real Madrid menghadapi fase liga yang sulit di Liga Champions 2025/2026. Setelah menang melawan Marseille 2-1, mereka akan melakukan perjalanan panjang ke Kairat Almaty di Kazakstan dan kemudian pertandingan melawan Juventus dan Liverpool.