SLEMAN - PSS Sleman harus susah-sayah mengalahkan Persib Balikpapan 2-1 pada laga perdana kompetisi Championship 2025/2026. Kemenangan ini menjadi modal berharga PSS saat menyambangi markas Persiku Kudus, Minggu, 21 September 2025.
Laga perdana PSS yang bikin nervous. Bagaimana tidak, PSS tampil di kandang sendiri di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin, 15 September 2025, saat membuka kompetisi.
Hanya, mereka tak mendapat dukungan dari Sleman Fans. Gara-garanya, klub mendapat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI menyangkut perilaku suporter saat pertandingan di Liga 1.
PSS pun melakoni dua laga home tanpa penonton. Hukuman itu sudah berlaku saat PSS menjamu Persiba Balikpapan yang bermain tanpa beban.
Sebaliknya Laskar Elang Jawa seperti menanggung beban berat harus menang yang membuat Kim Jeffrey Kurniawan dkk tak bisa bermain lepas. Mereka berada dalam tekanan selama 30 menit pertama. Puncaknya Persiba berhasil unggul melalui Takumu Nishihara. Skor 1-0 bisa dipertahankan Persiba hingga babak pertama usai.
PSS akhirnya bangkit di babak kedua. Permainan mereka menjadi lebih hidup setelah pelatih Ansyari Lubis mengubah pola permainan tim.
Hasilnya, PSS mampu menyamakan skor melalui Cleberson dan kemudian Gustavo Henrique menjadi penentu kemenangan 2-1.
“Laga pertama memang penting yang membuat pemain menjadi tegang. Ini menjadikan laga awal ini tak mudah. Akibatnya permainan tidak intens. Aliran bola begitu lambat,” kata Ansyari memberi analisis performa tim.
“Apalagi kami bermain tanpa penonton. Ini jelas kerugian bagi kami,” ucap eks pemain timnas itu.
Ansyari menuturkan bila tim harus mengubah strategi bila ingin mengejar ketinggalan. “Kami akhirnya melakukan perubahan taktik dan strategi. Kami bermain dengan pressing tinggi dan ini membuahkan hasil. Saat kehilangan bola, pemain harus cepat merebutnya kembali,” ujarnya.
Strategi tidak hanya berhasil diterapkan dengan baik. Tim juga memetik kemenangan perdana. Ini menjadikan pemain, menurut Ansyari, lebih percaya diri. Apalagi, PSS melakoni laga tak mudah di kandang lawan. Mereka menghadapi Persiku yang sukses menghajar PSIS Semarang 4-0.
Ini menjadi kemenangan bersejarah Persiku. Pasalnya, mereka menaklukkan PSIS yang bermain di kandang sendiri. PSIS sendiri baru saja turun kasta karena musim lalu masih bermain di Liga 1.
PSS menyambangi markas Persiku yang on fire di Stadion Wergu Wetan, Minggu, 21 September 2025. Ansyari pun menatap laga itu dengan optimisme tinggi.
“Yang penting evaluasi dan kemudian melakukan recovery sehingga pemain sudah lebih siap dan bugar kembali saat bermain di Kudus,” kata Ansyari.
“Penting bagi kami menyaksikan rekaman pertandingan Persiku. Kami juga harus melakukan analisis,” ucapnya.
BACA JUGA:
Sementara, gelandang Riko Simanjuntak menuturkan bila tim bakal bermain lepas saat tandang ke Kudus. Menurut dia kemenangan ini memberi motivasi menghadapi Persiku.
“Laga melawan Persiba memang bukan yang terbaik. Kami seharusnya bisa lebih baik. Tetapi saya pastikan kami sudah bisa bermain lepas di laga berikut [melawan Persiku]. Keberhasilan meraih tiga poin memberi motivasi bagi kami,” kata Riko.