Bagikan:

Jakarta – Ajax Amsterdam akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions musim 2025/26 dengan laga berat menghadapi Inter Milan, finalis musim lalu, pada Rabu malam 17 September waktu setempat di Johan Cruyff Arena. Pertarungan ini mengulang kenangan final Piala Eropa 1972, ketika Ajax mengalahkan Inter di Rotterdam.

Ajax datang ke laga ini dengan catatan tak terkalahkan sejak awal musim. Pasukan John Heitinga, yang kembali ke klub setelah sempat menjadi asisten di West Ham United dan Liverpool, sudah mencatatkan tiga kemenangan kandang, meski dua kali kehilangan poin di laga tandang. Pekan lalu, mereka mengalahkan PEC Zwolle 3-1.

Namun, bayangan kegagalan musim lalu masih menyelimuti klub. Ajax sempat unggul sembilan poin di puncak Eredivisie pada Maret setelah menaklukkan PSV, tetapi performa mereka anjlok di penghujung musim sehingga gagal juara. Selain itu, mereka tersingkir di babak 16 besar Liga Europa dan gagal meraih KNVB Beker. Trofi besar terakhir Ajax sudah tiga tahun lalu.

Kini, tantangan kembali hadir di pentas Liga Champions. Ajax hanya sekali lolos dari fase grup dalam empat musim terakhir sejak mencapai semifinal 2019. Melawan Inter, mereka membawa semangat baru, meski catatan pertemuan tak berpihak: Ajax tak pernah menang dalam empat laga terakhir kontra Nerazzurri, dengan tiga kali kalah.

Situasi Inter Milan

Di kubu tamu, Inter Milan juga datang dengan masalah tersendiri. Musim lalu mereka gagal mempertahankan Scudetto, disalip Napoli di pekan-pekan akhir Serie A. Namun, luka terbesar terjadi di final Liga Champions 2025, saat mereka dipermalukan Paris Saint-Germain 5-0. Kekalahan itu menjadi laga terakhir Simone Inzaghi sebagai pelatih.

Kursi kepelatihan kemudian diberikan kepada Cristian Chivu, mantan bek Inter sekaligus eks pemain Ajax. Meski minim pengalaman melatih di level senior, Chivu sudah membawa Inter ke babak gugur Piala Dunia Antarklub. Namun, awal perjalanan di Serie A masih labil. Setelah menghajar Torino 5-0, mereka kalah dari Udinese dan tumbang di Derby d’Italia kontra Juventus dengan skor 4-3.

Kekalahan beruntun ini jelas bukan modal ideal menghadapi Ajax. Namun, Inter masih punya catatan apik: hanya kalah sekali dari 14 laga fase grup/league Liga Champions terakhir, dengan delapan kali clean sheet dalam sembilan laga terakhir.

Heitinga hampir bisa menurunkan skuad penuh. Satu-satunya pemain yang absen adalah Branco van den Boomen karena cedera punggung. Di lini depan, Wout Weghorst masih diandalkan meski gagal mencetak gol pekan lalu, sementara Mika Godts yang mencetak dua gol akan kembali menjadi starter. Steven Berghuis melengkapi trisula serangan.

Di lini tengah, Kenneth Taylor yang musim lalu mencetak 15 gol akan berduet dengan rekrutan anyar Oscar Gloukh, yang sudah berpengalaman di Liga Champions bersama Salzburg.

Sementara itu, Inter datang dengan skuad lengkap. Rekrutan baru Manuel Akanji sudah debut di Serie A dan berpeluang tampil sejak awal. Nama-nama anyar lain seperti Petar Sucic, Andy Diouf, dan Ange-Yoan Bonny juga bisa diturunkan jika Chivu ingin merombak susunan tim. Di depan, duet maut Lautaro Martinez dan Marcus Thuram masih jadi tumpuan, dengan Lautaro membawa modal sembilan gol di Liga Champions musim lalu.

Ajax memiliki keunggulan sebagai tuan rumah dan performa awal musim yang solid. Namun, Inter tetap berpengalaman di level Eropa, meski tengah limbung usai kekalahan beruntun. Dengan kekuatan serangan kedua tim, laga diprediksi berlangsung terbuka.

Perkiraan Susunan Pemain

Ajax (4-3-3): Jaros; Gaaei, Itakura, Baas, Wijndal; Regeer, Taylor, Klaassen; Berghuis, Weghorst, Godts.

Inter Milan (3-5-2): Sommer; Akanji, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Sucic, Dimarco; Thuram, Martinez.

Prediksi: Ajax 2-2 Inter Milan.