Bagikan:

JAKARTA - Bayer Leverkusen telah memecat pelatih kepala Erik ten Hag setelah hanya tiga pertandingan.

Ten Hag menggantikan Xabi Alonso sebagai pelatih kepala pada akhir Mei 2025 dan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. Namun, masa bakti pelatih asal Belanda itu di Leverkusen hanya sebentar setelah awal musim 2025/2026 yang buruk.

Leverkusen kalah di laga pembuka Bundesliga 2025/2026 melawan TSG Hoffenheim di kandang dan kemudian bermain seri 3-3 kontra Werder Bremen di akhir pekan.

Mereka hanya memenangi pertandingan Putaran Pertama DFB Pokal melawan klub divisi empat, SG Sonnenhof, tetapi sejak pertandingan pada 15 Agustus 2025, masa jabatan mantan Manajer Manchester United tersebut menjadi suram di klub juara Bundesliga 2023/2024.

Keputusan tersebut dibuat oleh komite pemegang saham klub dan atas rekomendasi manajemen Bayer Leverkusen.

Musim panas ini merupakan musim panas yang penuh gejolak di Leverkusen dengan beberapa bintang yang membawa mereka meraih gelar Bundesliga dua musim lalu meninggalkan klub.

Ten Hag mengambil alih posisi pelatih ketika klub melepas Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Amine Adli, Odilon Kossounou, Granit Xhaka, Lukas Hradecky, dan Jonathan Tah.

Sebagai tanggapan, Leverkusen menghabiskan sekitar 170 juta euro untuk membangun kembali skuad dengan mendatangkan Malik Tillman, Jarell Quansah, Eliesse Ben Seghir, Loic Bade, Ibrahim Maza, Mark Flekken, dan Ernest Poku.

"Keputusan ini tidak mudah bagi kami. Tidak ada yang ingin mengambil langkah ini. Namun, beberapa minggu terakhir menunjukkan bahwa membangun tim baru yang sukses dengan formasi ini tidaklah memungkinkan."

"Kami sangat yakin dengan kualitas tim kami. Sekarang, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mengambil langkah selanjutnya dalam pengembangan kami dengan formasi baru," ujar Simon Rolfes, Direktur Pelaksana Olahraga Bayer Leverkusen.

Pemecatan itu membuat rapor karier kepelatihan Ten Hag merah lagi. Selepas meninggalkan Ajax Amsterdam dan melatih Manchester United (2022-2024), perjalanannya di kursi pelatih sangat sulit.

Ia pun didepak The Red Devils sebelum pertengahan musim 2024/2025, tepatnya Oktober 2024, dan digantikan Ruben Amorim.

Sejak angkat kaki dari Old Trafford, Ten Hag pun menganggur hingga tengah tahun ini.

Begitu dapat pekerjaan lagi, Ten Hag langsung memimpin tim yang dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi pesaing dalam perebutan gelar Bundesliga.

Dia menggantikan Alonso yang bergabung Real Madrid pada musim panas ini. Alonso membawa Bayer Leverkusen memenangi gelar Bundesliga 2023/2024 dan menjadi runner-up musim 2024/2025.

Alonso memainkan sepak bola menyerang yang membuatnya sukses. Tak heran, petinggi Bayer Leverkusen melihat gaya konservatif Ten Hag tidak cocok dengan para pemain sehingga harus disudahi kerja sama lebih dini.

"Perpisahan di tahap awal musim ini memang menyakitkan, tetapi kami merasa itu perlu. Kami tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan kami musim ini."

"Untuk itu, kami membutuhkan kondisi terbaik di semua level dan di seluruh tim utama. Sekarang, tinggal bagaimana menerapkan dan memanfaatkan kondisi ini sepenuhnya," tutur CEO Bayer Leverkusen, Fernando Carro.

Petinggi klub semakin yakin mendepak Ten Hag setelah melihat pertandingan melawan Werder Bremen pada akhir pekan kemarin.

Mereka kehilangan keunggulan dua gol dan kapten Robert Andrich terlihat sangat frustrasi.

"Semua orang bermain untuk diri mereka sendiri, semua orang berlari di lapangan sendirian. Kami memiliki terlalu banyak pemain yang sibuk dengan hal lain atau hanya memikirkan diri mereka sendiri."

"Saya tidak tahu apakah saya pernah mengalaminya di Bayer Leverkusen. Fase akhir yang buruk (dari undian) merupakan simbol dari situasi kami saat ini. Ini tidak ada hubungannya dengan kerusuhan, transfer pemain, atau proses hukum apa pun," ujar Andrich selepas laga itu.