JAKARTA – Keseriusan tuan rumah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengelaborasi persiapan dan pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 membuat peserta kerasan alias merasa nyaman.
Menyelenggarakan Fornas VIII 2025 merupakan pengalaman pertama NTB menjadi tuan rumah pesta olahraga multicabang berlevel nasional. Meski demikian, mereka berhasil membuat semua kontingen memberi jempol.
Rahmat, salah satu ofisial dari kontingen Kormi Kalimantan Timur, mengatakan bahwa NTB sungguh-sungguh menggarap semuanya dengan begitu serius dan nyaris tidak meninggalkan cela.
BACA JUGA:
"Kami puas dengan pelayanan panitia lokal, baik masalah transportasi maupun masalah makanan. Bukan hanya datang sesuai jadwal, tetapi menu makanan yang disajikan juga beragam," kata Rahmat.
Kesan senada juga disampaikan oleh Hasan, ofisial dari kontingen Kormi Kalimantan Selatan dan pelatih ketapel Papua Tengah, Hendrik Tamher.
Hendrik yang pertama kali terlibat di dalam pesta olahraga masyarakat dua tahunan ini mengakui bahwa tuan rumah mustahak mendapat pujian untuk semua kerja mereka yang luar biasa.
"Makanan memang tidak pernah terlambat dan menunya juga bagus. Masyarakatnya juga ramah dan kami merasa nyaman selama di sini," kata dia.
Pandangan ihwal makanan juga disampaikan oleh Sarah, mahasiswa Universitas Politeknik Bali, yang memanfaatkan liburan kuliah untuk memperkuat kontingen Papua Tengah.
"Makanan memang datang sebelum waktunya. Kami senang bisa berlomba di sini," kata Sarah yang mengaku sempat menekuni olahraga angkat besi.
Sementara itu, Hasan berbicara terkait tempat pertandingan Perkumpulan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia (Portina). Ia mengaku tidak mempersoalkan lokasi cabang olahraga (cabor) ini sekalipun lomba sempat dihentikan karena hujan.
"Tak ada masalah. Tempat pertandingan cabang olahraga tradisional sudah sesuai standar," ujarnya.
Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII digelar di 36 venue di tujuh Kabupaten/Kotamandya NTB sejak 26 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025. Kurang lebih ada 18 ribu peserta dan ofisial berpartisipasi.