JAKARTA – Jumlah peserta Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2025 meningkat dua kali lipat dari perkiraan semula.
Ketua Panitia Penyelenggara Fornas VIII 2025, Ibnu Sulityo Riza Pradipto, mengatakan bahwa awalnya diperkirakan jumlah peserta hanya mencapai 18.000 orang.
"Namun, kini sudah dua kali lipat lebih, yakni mencapai 42 ribu. Jumlah ini yang tidak pernah terekspos sebelumnya," kata Ibnu Sulityo Riza Pradipto.
Fornas VIII 2025 menjadi bukti bahwa semakin banyak masyarakat Indonesia bukan hanya menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, tetapi mereka juga peduli dengan kelestarian olahraga tradisional.
BACA JUGA:
Wajar memang jika terjadi pembengkakan jumlah orang yang datang ke NTB. Dua tim pendukung dari Aceh, yakni Hanan dan Sunarwadi, mengaku baru tiba pada Rabu, 30 Juli 2025.
"Kami datang ke NTB untuk memberikan dukungan bagi kontingen Kormi Aceh. Cukup nyaman di sini. Sama juga seperti di Aceh," kata Hanan.
Dalam Fornas VIII, jumlah lansia yang terlibat cukup besar mencapai 1.399 orang. Itu terdiri dari 1.005 orang berusia 56-65 tahun dan 394 orang berusia di atas 66 tahun.
Mereka tergabung dalam Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti), Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI), dan Perkumpulan Sepak Bola Berjalan Seluruh Indonesia (Persejasi).
Ibnu mengatakan bahwa perputaran ekonomi selama Fornas VIII mencapai Rp800 miliar. Selain itu, pesta olahraga ini juga membuka banyak lapangan kerja sementara.
"Dari jumlah hotel dan penerbangan yang dipesan hingga makanan yang disiapkan saja sudah mencapai Rp143,71 miliar. Ini 'kan belum termasuk yang lain-lain," tutupnya.