JAKARTA - Lucas Vazquez, pemain penting Real Madrid di salah satu era tersukses, akan mengakhiri masa baktinya bersama raksasa Spanyol tersebut.
Klub dan sang pemain mengatakan pada tengah pekan kemarin bahwa ia tidak akan menambah kerja samanya untuk satu musim lagi.
"Saya meninggalkan Real Madrid, tetapi Real Madrid tidak akan pernah meninggalkan saya. Ke mana pun saya pergi, saya akan dengan bangga mengatakan bahwa saya mendapat kehormatan bermain untuk tim terbaik di dunia."
"Terima kasih telah bergabung dengan saya dalam perjalanan terindah dalam hidup saya," kata Vazquez di media sosial.
BACA JUGA:
Real Madrid sudah menggelar upacara perpisahan untuk Vazquez--yang berusia 34 tahun--pada akhir pekan.
"Real Madrid ingin menyampaikan rasa terima kasih dan kasih sayang kami kepada Lucas Vazquez, salah satu legenda hebat klub kami," demikian pernyataan resmi Real Madrid.
Vazquez adalah salah satu pemain paling sukses bersama Real Madrid, setelah membantu klub meraih 23 gelar, termasuk lima Liga Champions dan empat di La Liga.
Ia tampil sebanyak 402 kali, sebagian besar bermain sebagai bek kanan, tetapi juga sebagai penyerang, gelandang serang, dan berkontribusi dari bangku cadangan.
"Lucas Vazquez merepresentasikan nilai-nilai Real Madrid dengan cara yang patut dicontoh, yang menjadikannya salah satu pemain yang paling dicintai oleh para suporter kami."
"Sosok Lucas Vazquez melambangkan kerja keras, kegigihan, kerendahan hati, dan semangat juang yang penting untuk meraih kesuksesan bersama klub ini."
"Ia adalah pemain yang dicintai dan diakui oleh seluruh Madridista. Real Madrid adalah dan akan selalu menjadi rumahnya," ujar Presiden Florentino Perez.
Vazquez bergabung dengan akademi muda klub pada 2007 saat berusia 16 tahun. Setelah dipinjamkan ke Espanyol selama satu musim, ia menjalani debutnya bersama tim utama Real Madrid pada 2015.
Ia tidak langsung mengumumkan rencananya untuk masa depan.
Sementara itu, Vazquez bukan satu-satunya legenda yang meninggalkan Bernabeu menjelang musim 2025/2026. Ada Luka Modric yang pindah ke AC Milan dan Manajer Carlo Ancelotti yang memberi jalan bagi Xabi Alonso untuk mengambil alih sebagai pelatih.
Real Madrid menjalani musim yang mengecewakan dengan standar tinggi mereka, kehilangan gelar juara liga Spanyol dari Barcelona dan gagal mencapai final Piala Dunia Antarklub 2025 maupun Liga Champions 2024/2025.