Bagikan:

JAKARTA — Aryna Sabalenka harus berjuang keras selama hampir tiga jam menghadapi permainan klasik penuh sihir dari Laura Siegemund, sebelum akhirnya memastikan satu tempat di semifinal Wimbledon 2025 lewat kemenangan 4-6, 6-2, 6-4 di Centre Court, 8 Juli.

Petenis peringkat satu dunia itu sempat dibuat frustrasi oleh gaya permainan vintage dari petenis Jerman berusia 37 tahun, yang memadukan slice, dropshot, lob lembut, dan servis penuh putaran seperti dari era tenis masa lampau. Dengan ranking 104 dunia, Siegemund nyaris membuat kejutan besar berkat strategi cerdas dan kontrol bola luar biasa.

“Setelah set pertama, aku sempat melirik ke arah box dan berpikir, ‘Guys, sepertinya kita akan segera pulang dari kota ini,’” kata Sabalenka sambil tertawa saat diwawancarai. “Tapi dia bermain luar biasa dan aku benar-benar bahagia bisa menang. Suasananya juga luar biasa.”

Di set pertama, Sabalenka tampak tidak berkutik menghadapi tempo lambat dan variasi pukulan Siegemund. Raket Sabalenka yang biasanya memukul keras kini terasa tak berguna menghadapi pukulan pelan namun akurat dari lawannya.

Siegemund, yang dikenal lebih sebagai spesialis ganda dengan tiga gelar Grand Slam di nomor ganda dan campuran, memamerkan semua keahliannya: dropshot lembut, passing shot miring, hingga volley yang langsung mati begitu menyentuh rumput.

Namun di set kedua, intensitas Siegemund sedikit menurun. Momen itu langsung dimanfaatkan Sabalenka untuk mengambil kendali permainan dan menyamakan kedudukan. Di set ketiga, keduanya kembali saling susul dalam pertukaran poin yang ketat hingga akhirnya Sabalenka menutup laga dengan overhead keras, disambut sorakan dan teriakan lega.

“Pertandingan tadi benar-benar menguras segalanya,” ujar Sabalenka. “Aku bahkan tidak tahu bagaimana aku bisa bertahan secara emosional dan tetap fokus. Aku bangga pada diriku sendiri karena ini benar-benar pertarungan berat.”

Dengan kemenangan ini, Sabalenka melangkah ke semifinal untuk menghadapi Amanda Anisimova, unggulan ke-13 asal Amerika Serikat, yang sebelumnya mengalahkan Anastasia Pavlyuchenkova.

Pertemuan Sabalenka dan Anisimova dipastikan akan menjadi pertarungan gaya agresif dua generasi baru tenis putri, setelah keduanya menunjukkan performa impresif di perempat final