JAKARTA - Manchester City akan menjalani laga penutup Premier League musim 2024-2025 dengan melawat ke markas Fulham di Craven Cottage pada Minggu 25 Mei malam WIB. Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi The Citizens yang tengah berjuang mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
City datang ke London dengan posisi yang cukup aman di peringkat ketiga klasemen sementara. Kemenangan atas Bournemouth dengan skor 3-1 pada tengah pekan menjadi titik balik positif bagi pasukan Pep Guardiola, hanya tiga hari setelah mereka mengalami kekecewaan karena kembali kalah di final Piala FA, kali ini dari Crystal Palace.
Dalam laga terakhir di Etihad tersebut, Kevin De Bruyne tampil dalam laga perpisahannya dan meskipun sempat membuang peluang emas di babak pertama, ia tetap mendapat penghormatan luar biasa dari para penggemar. Gol dari Omar Marmoush, Bernardo Silva, dan Nico Gonzalez memastikan tiga poin penting yang membuat City kini unggul dua angka atas Newcastle United, Chelsea, dan Aston Villa yang membuntuti di bawahnya.
Kemenangan atas Fulham akan memastikan City finis di posisi ketiga, dan meskipun peluang untuk meraih posisi kedua masih terbuka secara matematis, hal itu hanya bisa terjadi jika Arsenal secara mengejutkan kalah dari Southampton dan terjadi selisih sembilan gol dalam selisih gol. Jika Arsenal setidaknya meraih hasil imbang, maka ini akan menjadi kali kedua Guardiola finis di luar dua besar selama 16 musim kariernya sebagai pelatih di level tertinggi — setelah sebelumnya finis ketiga di musim debutnya bersama City (2016-17).
Musim ini bukan musim terbaik bagi Manchester City, yang berpotensi menutup musim tanpa trofi besar untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Namun, finis di lima besar dan meraih tiket Liga Champions akan menjadi penghibur tersendiri bagi para pendukung setia The Citizens.
Berbekal catatan tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir liga (6 menang, 3 imbang), dan rekor sempurna atas Fulham dalam 17 pertemuan terakhir di semua ajang, City jelas difavoritkan untuk meraih kemenangan. Musim lalu, mereka bahkan menang 4-0 di Craven Cottage — menjadikan rekor kemenangan beruntun mereka atas Fulham sebagai yang terpanjang dalam sejarah antar dua tim Inggris di liga.
Di sisi lain, Fulham sebenarnya sempat bermimpi untuk lolos ke kompetisi Eropa musim ini. Namun, performa yang tidak konsisten dalam 10 laga terakhir — dengan enam kekalahan — membuat harapan tersebut sirna. Meski demikian, kemenangan 3-2 atas Brentford pekan lalu memberikan semangat tersendiri bagi pasukan Marco Silva.
Gol-gol dari Raul Jimenez, Harry Wilson, dan kapten Tom Cairney memastikan Fulham mencetak rekor poin tertinggi mereka dalam satu musim Premier League, yaitu 54 poin, hanya dua tahun setelah promosi dari Championship.
Saat ini, Fulham berada di peringkat 10 klasemen dan tidak mungkin mengejar Brighton yang ada di posisi kedelapan. Namun, mereka masih bisa menyamai atau bahkan melampaui Brentford di posisi sembilan, tergantung hasil pertandingan lainnya. Kekalahan bisa membawa Fulham melorot hingga ke posisi ke-12, jika Bournemouth dan Crystal Palace sama-sama menang di laga terakhir.
Fulham punya sejarah buruk melawan City. Mereka tak pernah menang dalam 19 pertemuan terakhir di Premier League, dengan 16 kekalahan dan hanya tiga hasil imbang. Kemenangan terakhir mereka atas City terjadi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya April 2009 di Etihad Stadium.
Kondisi skuad Fulham tidak sepenuhnya ideal. Timothy Castagne absen karena operasi pergelangan kaki, sementara Rodrigo Muniz, Harrison Reed, dan Reiss Nelson juga harus menepi karena cedera. Tom Cairney yang kontraknya habis musim panas ini dan dikaitkan dengan Wrexham, mungkin akan memainkan laga terakhirnya untuk klub.
Dia berpeluang kembali menjadi starter, menggantikan Emile Smith Rowe di lini tengah. Di lini depan, Raul Jimenez hampir pasti turun sejak awal. Striker asal Meksiko ini telah mencetak 12 gol di liga musim ini, semuanya dalam situasi krusial — sembilan kali membawa tim unggul, dan tiga kali menyamakan kedudukan.
BACA JUGA:
Manchester City juga tidak bebas dari masalah pemain. Mateo Kovacic harus absen karena kartu merah di laga terakhir, sementara John Stones masih cedera paha. Namun, Nathan Ake dan Oscar Bobb sudah kembali fit dan siap dimainkan. Rodri, yang baru kembali setelah absen delapan bulan karena cedera ACL, kemungkinan besar tidak akan menjadi starter meski tersedia.
Nico Gonzalez atau Bernardo Silva diperkirakan akan mengisi posisi Kovacic di lini tengah, berduet dengan Ilkay Gundogan. Jika Bernardo ditarik lebih ke tengah, maka Phil Foden — yang sedang mengalami masalah pergelangan kaki — kemungkinan diistirahatkan, dan posisi sayap bisa diisi oleh Savinho atau Jeremy Doku.
Kevin De Bruyne hampir pasti akan mengemban ban kapten dalam penampilan ke-422 dan terakhirnya untuk City sebelum meninggalkan klub di musim panas.
Fulham akan berharap bisa memberikan perlawanan ketat di hadapan publik Craven Cottage, namun secara kualitas dan motivasi, City diprediksi akan tampil maksimal untuk memastikan tempat di Liga Champions. Laga ini pun menjadi ujian akhir bagi keduanya, apakah Fulham mampu menutup musim bersejarah mereka dengan catatan manis, atau justru City yang menyelesaikan musim sulitnya dengan kepastian tempat di kompetisi elit Eropa.
Prediksi Formasi pemain
Fulham : Leno; Tete, Andersen, Bassey, Robinson; Lukic, Berge; Wilson, Cairney, Iwobi; Jimenez
Manchester City : Ederson; Nunes, Dias, Akanji, Gvardiol; Bernardo, Gundogan; Savinho, De Bruyne, Marmoush; Haaland