Bagikan:

JAKARTA - Barcelona meraih gelar juara La Liga Spanyol setelah mengalahkan Espanyol 2-0 dalam El Derbi Barceloni di Stadion RCDE, Jumat, 16 Mei 2025 dini hari WIB. Gelar liga untuk ke-28 kali ini diraih setelah perolehan poin Barca tidak bisa dikejar Real Madrid saat kompetisi menyisakan dua pertandingan lagi.

Barca sesungguhnya berpeluang memenangkan liga tanpa perlu bertanding bila Madrid menelan kekalahan saat menjamu Mallorca di laga sebelumnya. Namun Madrid yang sempat kecolongan gol mampu bangkit dan menang 2-1 setelah gol Jacobo Ramon di menit terakhir menjadi penentu.

Meski demikian hasil di Santiago Bernabeu tak berpengaruh pada Barca yang menyambangi markas Espanyol untuk melakoni derbi. Di laga itu, Barca memang sempat mengalami kesulitan sebelum akhirnya tim asuhan Hansi Flick itu menaklukkan rival satu kota lewat gol-gol Lamine Yamal dan Fermin Lopez.

Kemenangan atas Espanyol menjadikan Barca mendapatkan poin 85. Unggul tujuh poin dengan Madrid yang menempati peringkat dua. Sedangkan Atletico Madrid yang memiliki poin 70 berada di posisi tiga.

Barca yang tak terkalahkan sejak Desember 2024 pun memastikan juara saat kompetisi belum berakhir. Pasalnya, liga menyisakan dua pertandingan lagi dan Madrid sudah tak bisa mengejar poin Barca.

Keberhasilan menjadi juara liga melengkapi sukses sebelumnya saat mereka memenangi Supercopa de Espana atau Piala Super Spanyol dan Copa del Rey. Barca merebut dua trofi itu dengan mengalahkan Madrid.

"Menurut saya kami menunjukkan performa yang mengesankan pada paruh kedua kompetisi. Kami tak pernah kalah. Ini hasil yang luar biasa. Selamat kepada tim, klub dan fans. Kami bangga dan bahagia dengan apa yang menjadi pencapaian kami," ucap Flick usai pertandingan.

"Saya tak yakin punya banyak waktu untuk menjelaskan bagaimana perjalanan kami musim ini. Yang jelas, saya meletakkan nilai-nilai dari kultur yang selama ini sudah kami ciptakan," katanya.

"Kami melakukan banyak pekerjaan dengan penuh semangat dan mentalitas yang kuat. Sangat menyenangkan menyaksikan suasana kekeluargaan yang sudah kami kembangkan. Bagaimana kami saling peduli satu sama lain. Ini sungguh unik. Saya suka melihatnya," kata Flick yang meraih sukses besar dalam debutnya sebagai pelatih Barca.

Ya, Flick, eks pelatih Bayern Munchen dan tim nasional Jerman yang menggantikan Xavi Hernandez menunjukkan kinerja ciamik dan sukses menghentikan dominasi Madrid.

Di pertandingan itu, Barca sesungguhnya menanggung beban berat karena melakoni derbi dalam penentuan gelar juara. Bila hilang poin saja, persaingan memperebutkan titel liga tetap terbuka.

Espanyol yang mash berkutat di papan bawah justru bermain cukup bagus. Strategi serangan balik mereka sempat mengancam gawang Barca.

Peluang bagus diperoleh Javi Puado lewat tendangan jarak dekat. Namun gerak refleks kiper Wojciech Szczesny berhasil menyelamatkan gawang dari kebobolan.

Barca secara perlahan mulai bangkit dan menekan pertahanan Espanyol. Hanya saja serangan Blaugrana selalu kandas sehingga skor tetap tanpa gol saat babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Barca tetap bermain menyerang. Saat Barca masih mengalami kebuntuan menembus pertahanan lawan, Yamal akhirnya mencetak gol di menit 53. Pemain sayap berusia 17 ini menunjukkan aksi saat menguasai bola di luar garis gawang Espanyol.

Dia kemudian melakukan penetrasi dan saat menghadapi dua bek lawan pemain timnas Spanyol ini melepaskan tendangan ke gawang. Skor 1-0 untuk Barca.

Gol itu pun langsung menaikkan kepercayaan diri pemain Barca. Mereka pun sepenuhnya menguasai permainan meski belum bisa menambah gol.

Saat menghadapi tekanan dari tim tamu, Espanyol justru kehilangan seorang pemain. Bek Leandro Cabrera melakukan kesalahan dengan menyikut Yamal di menit 80. Akibatnya, wasit langsung memberikan kartu merah.

Bermain dengan 10 orang menjadikan Espanyol kewalahan membentengi pertahanan mereka. Namun Barca harus menunggu hingga injury time saat Lopez memantapkan keunggulan Barca menjadi 2-0.

Gol itu menjadikan suporter Barca melakukan selebrasi juara. Sebaliknya Espanyol terpaksa waswas karena posisi mereka di papan bawah dalam ancaman degradasi.

Saat ini, Espanyol menduduki peringkat 16 dengan poin 39. Mereka hanya unggul lima poin dengan peringkat 18 Leganes yang berada di zona degradasi. Espanyol butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan tetap di La Liga.