JAKARTA - Pelatih Juventus Igor Tudor mengritik penampilan pemain pengganti saat menghadapi Lecce di pertandingan Serie A Italia di Stadion Allianz, Minggu, 13 April 2025 dini hari WIB. Meski menang 2-1 atas lawannya, namun Tudor justru tak puas dengan penampilan pemainnya.
Tudor pantas kecewa karena tim tampil beda pada dua babak pertandingan. Tim menunjukkan penampilan terbaik di babak pertama. Bahkan Bianconeri mencetak gol cepat lewat Teun Koopmeiners. Pertandingan baru berjalan dua menit, Koopmeiners sukses membobol gawang Lecce.
Unggul 1-0 tak membuat Juve lengah. Mereka tetap menguasai permainan dan bahkan menciptakan tidak kurang 20 peluang. Juve pun akhirnya mampu menambah gol melalui Kenan Yildiz di menit 33. Skor 2-0 itu bertahan hingga babak pertama usai.
Hanya permainan tuan rumah berubah di babak kedua. Lecce tidak sekadar bisa keluar dari tekanan. Mereka sempat mengancam pertahanan Juve. Peluang terbaik diperoleh eks gelandang Juve Ante Rebic. Namun tendangan dia secara brilian digagalkan kiper Michele Di Gregorio.
Tudor melakukan lima pergantian pemain dengan memasukkan striker Timothy Weah dan Randal Kolo Muani serta bek Andrea Cambiaso. Selanjutnya, Francisco Conceicao dan Nicolo Savona ikut dimainkan.
Meski memasukkan pemain yang lebih bugar, performa tim justru menurun. Bahkan Lecce bisa memperkecil ketinggalan saat Federico Baschirotto mencetak gol di menit 87. Beruntung Lecce kehabisan waktu sehingga tak bisa menambah gol.
"Kami sesungguhnya bermain bagus. Tetapi saat (gelandang Khephren) Thuram kehilangan bola, kami malah terlihat gugup. Tentu mengecewakan karena kami tidak bisa mengakhiri pertandingan dengan baik. Kami menjadikannya sebagai pelajaran berharga," kata Tudor seperti dikutip Football Italia.
Tudor juga mengungkapkan kekecewaanya dengan performa pemain pengganti. Menurut dia pergantian lima pemain juga terlalu banyak dan bisa mengubah performa tim.
Tudor berharap pemain bisa membuat perbedaan dengan menjadikan permainan tim lebih baik dan bukannya membuat La Vecchia Signora mengalami penurunan.
"Kali ini, saya tidak suka dengan pergantian pemain. Saat ini diterapkan pergantian lima pemain dan sepak bola sesungguhnya masih belum terbiasa dengan sistem ini. Tim bakal berubah permainannya. Jadi pemain juga harus berpikir. Ini yang saya tekankan dan ajarkan kepada mereka," ujar eks pemain Juve ini.
"Pemain harus bisa mengubah cara berpikir mereka karena semua sudah berubah. Mereka harus bisa membuat perbedaan. Seperti saya katakan, saya tak suka dengan [performa] mereka. Kami harus bisa berkembang lebih cepat. Saya pernah menjadi pemain dan tim adalah segalanya," ucap dia.
BACA JUGA:
Juve tak terkalahkan selama tiga pertandingan di bawah Tudor yang menggantikan Thiago Motta. Kemenangan atas Lecce menjadikan Juve naik ke peringkat tiga dengan poin 59. Namun posisi mereka masih bisa bergeser.
Sementara, Lecce masih berkutat di papan bawah. Mereka menduduki peringkat 17 atau satu strip di atas zona degradasi dengan memiliki poin 26. Lecce hanya unggul dua poin dengan Empoli yang menempati posisi 18.