Bagikan:

JAKARTA - Pertandingan sengit akan tersaji di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Sabtu malam, 12 April 2025, ketika Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-28 BRI Liga 1. Laga ini menjadi penentu penting bagi langkah kedua tim di papan atas klasemen, dengan posisi yang cukup berdekatan dan ambisi besar masing-masing untuk mengakhiri musim di zona elite.

Persija datang ke laga ini dengan beban hasil buruk. Dalam lima pertandingan terakhir, tim asuhan pelatih asal Spanyoil itu hanya mampu meraih satu kemenangan, yakni saat mengalahkan PSIS Semarang 2-0. Sisanya, mereka ditahan imbang oleh Persib Bandung dan mengalami kekalahan dari PSM Makassar, Arema FC, serta yang terbaru, takluk 0-1 dari Madura United. Tekanan mulai terasa karena hasil-hasil tersebut membuat posisi Persija melorot ke peringkat kelima klasemen sementara dengan 43 poin dari 27 laga.

Hasil itu membuat pelatih Carlos Pena merasa timnya harus segera bangkit dan menjadikan kekecewaan sebagai bahan bakar untuk tampil lebih kuat di laga berikutnya.

“Kami memiliki kesempatan yang bagus melawan Persebaya di kandang. Akhirnya bisa disaksikan suporter akhir pekan nanti,” ujar Carlos Pena dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan. Ia mengakui bahwa atmosfer kekalahan sebelumnya cukup menyakitkan bagi seluruh elemen tim, tetapi hal itu harus diubah menjadi motivasi.

“Kami harus mengonversi kekecewaan, frustasi, amarah menjadi energi untuk pertandingan melawan Persebaya,” sambungnya penuh semangat.

Carlos juga menekankan pentingnya konsistensi tim dalam menjaga posisi di empat besar klasemen. Saat ini, Macan Kemayoran berada di peringkat kelima dengan 43 poin dari 27 pertandingan, hasil dari 12 kemenangan, 7 kali imbang, dan 8 kekalahan. Poin mereka sama dengan Malut United di posisi keenam, dan hanya terpaut lima poin dari Persebaya yang saat ini duduk nyaman di posisi ketiga.

“Sekarang kami harus tetap berjuang untuk menjaga posisi. Target di musim ini adalah empat besar. Meski begitu, tentu kami harus tetap memenangkan pertandingan demi pertandingan. Kami harus melakukan itu,” tegas sang pelatih.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya tampil lebih meyakinkan menjelang laga ini. Dalam lima pertandingan terakhir, Bajul Ijo sukses meraih tiga kemenangan, termasuk kemenangan meyakinkan 4-1 atas Persib Bandung dan hasil tipis namun berharga 1-0 atas PSM Makassar.

Satu-satunya kekalahan mereka dalam periode itu terjadi saat menghadapi Dewa United FC. Saat ini, Persebaya berada di posisi ketiga klasemen dengan 48 poin dari 27 pertandingan, unggul lima poin dari Persija dan berpeluang menjauh jika mampu mencuri kemenangan di laga tandang ini.

Secara sejarah pertemuan, Persebaya lebih unggul atas Persija dalam beberapa musim terakhir. Dari 11 pertemuan terakhir, Persebaya memenangkan empat di antaranya, sedangkan Persija hanya dua kali menang dan lima kali lainnya berakhir imbang.

Dalam pertemuan terakhir pada 22 November 2024, Persebaya berhasil mengalahkan Persija dengan skor 2-1 di Surabaya. Namun, bermain di Stadion Patriot, Persija tercatat hanya sekali kalah dari lima laga terakhir kontra Persebaya di kandang sendiri, memberikan sedikit optimisme bagi para pendukung Macan Kemayoran.

Persija berharap banyak pada lini depan mereka yang musim ini belum terlalu tajam. Kehadiran pemain asing seperti Gustavo Almeida dan sokongan dari pemain lokal seperti Witan Sulaeman dan Riko Simanjuntak diharapkan mampu memberikan ancaman nyata ke pertahanan Persebaya. Namun, yang menjadi pekerjaan rumah besar adalah kestabilan lini belakang yang dalam beberapa laga terakhir kerap kecolongan gol-gol mudah.

Persebaya sendiri tampil lebih solid dan disiplin dalam beberapa laga terakhir. Keberadaan penjaga gawang Ernando Ari menjadi kekuatan utama di lini pertahanan, sementara lini serang mereka semakin tajam dengan kontribusi Dime Dimov. Persebaya juga tampil lebih kreatif dalam membangun serangan dari tengah, dengan playmaker Francisco Rivera  menjadi otak permainan yang piawai membaca situasi.

Dari sisi kebugaran, Persija dikabarkan masih akan kehilangan beberapa pemain inti karena cedera. Sebaliknya, Persebaya datang dengan skuad yang hampir sepenuhnya fit, memberikan pelatih mereka lebih banyak opsi dalam menyusun strategi. Kedua tim diprediksi akan bermain terbuka sejak menit awal, mengingat pentingnya tiga poin dalam laga ini bagi keduanya.

Atmosfer di Stadion Patriot Candrabhaga diyakini akan menjadi salah satu faktor penentu. Dukungan penuh dari Jakmania bisa menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pemain Persija untuk tampil habis-habisan. Namun Persebaya bukan tim yang mudah goyah di bawah tekanan, terutama dengan tren positif mereka belakangan ini.

Dengan semua catatan tersebut, laga ini diprediksi akan berjalan ketat dan penuh tensi. Persebaya punya modal kepercayaan diri lebih tinggi, tapi Persija tentu tak akan tinggal diam di hadapan ribuan pendukungnya. Jika tak ada perubahan besar dalam performa tim, Persebaya kemungkinan besar bisa mencuri poin, bahkan meraih kemenangan tipis di kandang lawan.