Bagikan:

JAKARTA - Manajer Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou, menuduh para kritikus klub memiliki agenda negatif saat ia bersiap menghadapi pertandingan penting pada musim keduanya sebagai pelatih.

Pelatih asal Australia itu mendapat kritik pedas musim ini saat Tottenham terpuruk di papan bawah Liga Inggris, tetapi mereka masih bisa menebus kekalahan di Liga Europa.

Tottenham menjamu Eintracht Frankfurt pada leg pertama perempat final Liga Europa, Jumat, 11 April 2025, dini hari WIB, dengan banyak yang menduga masa depan Postecoglou di klub akan bergantung kepada apakah ia dapat menyelamatkan musim yang buruk dengan memenangi trofi atau tidak.

Klub London itu bersiap menghadapi pertandingan Liga Europa setelah kemenangan 3-1 atas klub papan bawah Southampton pada akhir pekan. Namun, bahkan setelah kemenangan itu, Postecoglou dikritik karena Brennan Johnson tidak mencetak tiga gol.

Johnson ingin mengambil penalti pada akhir pertandingan saat skor 2-1, tetapi malah diberikan kepada Mathys Tel.

"Kami mencetak gol, kami menang. Senang sekali. Luar biasa. Itulah satu-satunya hal. Mengubah emas menjadi sampah ketika itu Tottenham."

"Jika kami unggul 2-1 dan kami mendapat penalti di akhir pertandingan, saya ingin pengambil penalti terbaik kami yang mengambilnya."

"Saya hanya berpikir kami berada dalam posisi itu sekarang di mana bahkan hal-hal baik yang kami lakukan akan berubah menjadi retorika gelas setengah kosong."

"Satu-satunya hal yang kurang dari klub ini bahwa mereka belum menjadi pemenang. Mentalitas pemenang di menit terakhir adalah mencetak gol."

"Kami mencetak gol dan entah bagaimana, di alam semesta alternatif ini, semua yang dilakukan Tottenham adalah hal yang negatif," katanya pada Rabu, 9 April 2025.

Sementara itu, Frankfurt memenangi Liga Europa pada 2022, mengalahkan Rangers di final melalui adu penalti. Mereka menjadi rintangan berat bagi Tottenham dalam dua leg.

Para penggemar Tottenham tidak banyak bersorak musim ini. Namu, Postecoglou berharap para pendukung tuan rumah dapat membantu menciptakan suasana yang riuh di arena berkapasitas 60.000 tempat duduk mereka pada Jumat, 11 April 2025, mirip dengan para penggemar Arsenal saat melawan Real Madrid pada Rabu, 9 April 2025.

"Ini sangat penting. Dalam setiap pertandingan Eropa, baik yang Anda tonton tadi malam atau yang Anda tonton malam ini, suasananya memberikan dampak yang besar."

"Ini adalah bagian besar dari sepak bola Eropa. Banyak tim yang sukses di Eropa memiliki suasana kandang yang sangat kuat."

"Kami berharap hal yang sama terjadi pada kami besok," kata Postecoglou.

Tottenham belum memenangi trofi sejak Piala Liga pada 2008 dan belum mencapai perempat final turnamen Eropa sejak 2019 ketika mereka mencapai final Liga Champions dan kalah dari Liverpool.

Postecoglou mengatakan bahkan jika ia mengakhiri paceklik trofi itu, itu mungkin tidak cukup baik bagi sebagian orang.

"Saya hanya berpikir Anda tidak dapat memenangi argumen untuk meyakinkan orang. Bahkan, jika kami menang (Liga Europa), saya akan tetap pergi. Itu hanya sentimen umum masyarakat."

"Jika Anda mencoba menggunakannya sebagai motivasi, Anda tidak akan menang. Pasti ada sesuatu yang lebih untuk kami."

"Bagi kami, yang terpenting ialah kami telah melalui masa sulit, tetapi kami masih dalam posisi untuk memberi dampak," ujarnya.