JAKARTA – Novak Djokovic mengalami kekalahan yang mengecewakan melawan petenis Chile, Alejandro Tabilo, pada babak kedua Monte Carlo Masters 2025. Ada tiga fakta di balik penderitaan itu.
Kekalahan tersebut membuat Djokovic, yang dua kali juara di Monte Carlo dan 40 kali juara ATP Masters 1000, harus menunggu setidaknya satu ajang lagi untuk meraih trofi ke-100 di tingkat tur.
Djokovic datang ke Monte Carlo setelah memenangi 10 pertandingan terakhir yang diikutinya di lapangan tanah liat, termasuk perjalanannya meraih medali emas Olimpiade Paris, Perancis, pada Juli 2024.
Sayang, usahanya untuk menjadi petenis ketiga di era Open yang mengoleksi 100 gelar tingkat tur gagal saat melawan Tabilo, yang sebelumnya juga memenangi duel mereka di lapangan tanah liat di Italia Open 2024.
BACA JUGA:
Berikut tiga fakta di balik kekalahan tersebut:
Djokovic mendominasi pemain kidal
Rival Djokovic, Rafael Nadal, adalah seorang petenis kidal. Dalam perjalakan karier mereka, Djokovic tercatat unggul menang-kalah 31-29. Namun, sebenarnya Djokovic, 37 tahun, telah lama mendominasi petenis kidal.
Sebelum menghadapi Tabilo di Roma tahun lalu, Djokovic mencatatkan rekor menang-kalah 107-11 melawan petenis kidal selain Nadal dengan persentase kemenangan 90,6 persen menurut Infosys ATP Win/Loss Index.
Angka tersebut lebih baik dari persentase kemenangannya dalam kariernya saat ini (83,3%).
Sejak awal 2011, Djokovic hanya kalah dari tiga pemain kidal yang tidak bernama Nadal: Jiri Vesely (dua kali), Martin Klizan, dan Feliciano Lopez. Tabilo pun petenis kidal terbaru yang menekuk Djokovic.
Tabilo jadi petenis kesembilan yang mengawali rekor menang-kalah 2-0 dengan Djokovic
Tabilo sekarang bergabung dengan nama-nama beken yang tercatat berhasil memulai perjalanan melawan juara ATP Masters 1000 sebanyak 40 kali itu dengan rekor menang-kalah 2-0.
Hanya delapan pemain lain yang pernah mencapai prestasi tersebut, yakni Rafael Nadal, Roger Federer, Fernando Verdasco, Olivier Rochus, Nick Kyrgios, Jiri Vesely, Marat Safin, dan Guillermo Coria.
Hanya tiga dari para pemain tersebut yang memenangi dua pertemuan pertama mereka dengan Djokovic melalui dua set langsung. Mereka adalah Nadal, Kyrgios, dan Safin.
Tabilo datang ke Monte Carlo dengan tujuan mencari performa terbaiknya
Tabilo tiba di Monte Carlo dengan rekor yang kurang menggembirakan, yakni menang dua kali dan kalah sembilan pada musim ini. Dia juga menderita delapan kekalahan beruntun di lapangan tanah liat sebelumnya.
Sebelum menghadapi Djokovic, Tabilo tercatat memiliki rekor menang-kalah 1-8 melawan petenis 10 besar. Kini, kedua kemenangannya melawan top 10 didapat melawan petenis Serbia itu.