JAKARTA – William Zepeda dan Tevin Farmer akan menjalani pertandingan ulang mereka pada Sabtu, 29 Maret 2025, di Poliforum Benito Juarez di Cancun, Meksiko.
Pertandingan ulang ini diibaratkan sebagai pedang bermata dua. Pemenang jilid pertama bakal berusaha membuktikan dominasinya atau bisa saja merasakan balas dendam dari lawan.
Bulan lalu Dmitry Bivol berhasil membalikkan keadaan atas mantan juara kelas berat ringan yang tak terbantahkan Artur Beterbiev. Jadi, bukan mustahil Zepeda bisa menghadapi nasib yang sama.
Zepeda saat ini belum pernah merasakan kekalahan dalam perjalanan kariernya. Ia sukses menyempurnakan catatan itu ketika menghentikan Farmer pada November 2024.
Hasil itu tentunya membuat Zepeda dalam kepercayaan diri tinggal menghadapi duel ulang ini. Dia bakal berusaha untuk menjaga catatan sempurnanya sekaligus menjaga gelar juara kelas ringan interim WBC.
Dalam bentrok pertama di The Venue Riyadh Season, Zepeda berhasil memenangi duel melalui keputusan menang angka tipis (split decision). Ia bahkan sempat mengalami knock down di ronde keempat.
BACA JUGA:
Jika melihat rekam jejaknya maka Zepeda tampaknya siap untuk mengantongi kemenangan lagi. Apalagi pertandingan ulang melawan musuh asal Amerika Serikat ini berlangsung di kampung halamannya.
William Zepeda tercatat berada divisi kelas ringan selama hampir satu dekade dan berhasil mencatat rekor impresif dengan 32 kemenangan (27 KO) selama karir profesional.
Rata-rata pertarungannya bahkan tidak melewati 4,6 ronde sebelum ia menyingkirkan lawannya. Petinju kelahiran San Mateo Atenco, Meksiko, itu disebut bertarung seperti ia harus mengejar bus, sangat cepat.
Selama lima pertarungan terakhirnya, Zepeda bahkan telah mencatatkan satu pertarungan kira-kira setiap empat bulan dan 29 hari dengan total 27 ronde—rata-rata 5,4 ronde per pertarungan.
Sejak melakukan debut profesionalnya pada November 2015, Zepeda telah menghabiskan hampir satu dekade untuk menyempurnakan kemampuannya. Tidak heran ia saat ini berada di peringkat lima dalam peringkat kelas ringan The Ring.
Di sisi lain, perjalanan Farmer di dunia tinju tidaklah mulus. Dia mengalami awal yang sulit dalam debut profesionalnya pada tahun 2011 yang berakhir dengan kekalahan KO di ronde keempat melawan Oscar Santana.
Ia berhasil bangkit kembali dengan dua kemenangan mutlak, tetapi langsung diikuti kekalahan kedua di pertarungan keempatnya. Meski demikian, dia adalah salah satu petinju tangguh di atas ring.
Farmer Lawan Sepadan
Farmer sebenarnya memulai kariernya sebagai petinju kelas bulu super. Di divisi tersebut, Farmer bukanlah nama sembarangan karena ia memenangi dan mempertahankan gelar juara IBF World Super Featherweight (Bulu Super) empat kali setelah pertama kali merebutnya pada tahun 2018 melawan Billy Dib.
Meski demikian, kejayaannya berakhir secara tragis pada tahun 2020 ketika dia kalah dari Joseph Diaz melalui keputusan mutlak. Kekalahan itu membuatnya absen di ring selama tiga tahun lamanya.
Ketika ia kembali, ia naik ke kelas ringan. Pada awalnya, itu tampak seperti langkah yang cerdas karena tiga kemenangan beruntun, dua dengan KO, berhasil ia amankan.
Kemudian sejak Juli 2024, ia mulai mengalami kemunduran. Petinju ini kalah dalam dua pertarungan terakhirnya, termasuk pertarungan perebutan gelar melawan Zepeda untuk sabuk kelas ringan interim WBC.
Di atas kertas usia Farmer berusia 34 tahun dan terpaut jauh dari Zepeda, tetapi pengalaman bertarungnya luar biasa. Ia tercatat telah menang sebanyak 33 kali, kalah 7 kali, dan seri 1 kali saja.
Secara total, ia telah bertarung dalam 313 ronde, yang berarti pertarungannya berlangsung rata-rata 7,6 ronde atau sangat kontras Zepeda. Farmer mungkin tidak memiliki kekuatan seperti lawannya, tetapi ia memiliki IQ dan daya tahan yang tinggi.