JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) berharap efisiensi anggaran yang dilakukan terhadap Kementerian/Lembaga tidak mengusik prestasi olahraga Indonesia di ajang internasional.
Anggota Komite Eksekutif NOC Indonesia, Jadi Rajagukguk, mengatakan bahwa cabang olahraga perlu menyiasati kebijakan itu dengan membuka kerja sama ke pihak swasta guna mendukung program mereka.
"Olahraga sudah bergeser ke industri. Ini bisa berdampak ke ekonomi. Makanya, kami berharap ke depan cabang olahraga (cabor) tidak bergantung kepada anggaran negara. Jadi, banyak peluang yang bisa digali oleh cabor," kata dia.
Efisiensi anggaran ini membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, berencana merampingkan tim Indonesia yang akan tampil di SEA Games Thailand 2025 pada Desember nanti.
BACA JUGA:
Rencananya, hanya cabang olahraga prioritas Asian Games dan Olimpiade yang akan dikirim ke multievent dua tahunan Asia Tenggara tersebut.
Jadi mengatakan bahwa saat ini memang belum ada informasi resmi dari Kemenpora terkait efisiensi tersebut. Ia pun berharap anggaran yang sudah diajukan cabor tetap dianggarkan oleh Pemerintah.
"Mudah-mudahan Kemenpora tetap bisa menganggarkan sehingga tim Indonesia bisa ikut serta, baik di SEA Games maupun Asian Games."
"Doakan supaya efisiensi tidak terjadi. Kalaupun terjadi, mungkin perusahaan bisa membantu," ujar dia.
Selain SEA Games 2025, Indonesia juga menghadapi dua agenda internasional lainnya yang tidak kalah penting. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan perampingan pun akan dilakukan untuk kedua agenda itu.
Dua ajang-ajang yang dimaksud adalah Asian Youth Games di Manama, Bahrain, pada 22-31 Oktober 2025 serta Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh, Arab Saudi, pada 7-21 November 2025.