JAKARTA - Penyerang Robert Lewandowski mencetak gol penalti pada babak pertama untuk membawa Barcelona menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano pada Selasa, 18 Februari 2025, dini hari WIB.
Kemenangan itu membawa Blaugrana kembali ke puncak klasemen La Liga, melewati Real Madrid dan Atletico Madrid.
Barcelona memanfaatkan hasil seri Real Madrid dan Atletico Madrid pada akhir pekan. Blaugrana memiliki poin yang sama dengan Los Blancos yaitu 51 poin, tetapi unggul selisih gol. Sementara Los Rojiblancos tertinggal satu poin dari keduanya.
Anak asuh Hansi Flick mampu menghentikan sembilan pertandingan tak terkalahkan Rayo Vallecano di liga dan membuat tim tamu geram atas beberapa keputusan kontroversial wasit.
Setelah Pathe Ciss melanggar Inigo Martinez di dalam kotak penalti, Mario Melero Lopez menghadiahkan penalti kepada tim tuan rumah setelah pemeriksaan VAR yang panjang.
BACA JUGA:
Lewandowski mencetak gol kemenangan lewat penyelesaian apik dari titik penalti pada menit ke-28.
Meski Barcelona mendominasi penguasaan bola, Rayo tetap terlihat lebih berbahaya. Mereka memaksa kiper Wojciech Szczesny tampil gemilang di bawah mistar gawang untuk menggagalkan usaha mereka.
Para pemain Rayo dibuat geram saat permohonan mereka untuk penalti ditolak setelah Pau Cubarsi tampak melanggar Ciss--sebuah insiden yang menurut mereka mirip dengan insiden saat Barcelona mendapat hadiah penalti.
Rayo kembali dibuat marah saat gol Jorge de Frutos dianulir dengan keras pada menit ke-42.
Bek Martinez melakukan penyelamatan krusial di garis gawang dengan sundulannya tepat sebelum jeda, sementara Szczesny terus menunjukkan keajaibannya di babak kedua untuk membantu mengamankan tiga poin.
Namun, Rayo seharusnya mencetak gol penyeimbang saat Jorge de Frutos gagal menyundul bola dari jarak dekat di injury time paruh kedua.
"Saya lebih suka menyimpan pendapat saya sendiri tentang wasit hari ini. Namun, semua orang bertindak sebagaimana mestinya atau percaya bahwa mereka seharusnya bertindak."
"Anda selalu merasakan sakit karena kalah. Namun, hari ini saya butuh beberapa jam untuk menenangkan diri mengingat semua yang terjadi dan cara kami bermain."
"Saat ini, satu-satunya kata yang dapat saya temukan adalah kepahitan," kata Manajer Rayo Vallecano, Inigo Perez, yang tampak frustrasi kepada Movistar Plus.