Bagikan:

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) tidak menjamin akan menurunkan tim elite mereka ketika Indonesia ikut ambil bagian di ajang Piala Sudirman 2025.

Piala Sudirman 2025 dijadwalkan berlangsung pada 27 April 2025 sampai dengan 4 Mei 2025 di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China. Ini adalah edisi ke-19 sejak pertama kali berlangsung pada 1989.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan tim terbaik dan yang paling siap untuk bermain di ajang beregu campuran dua tahunan tersebut.

"Iya (belum tentu tim elite yang diturunkan), tergantung kesiapan. Lebih baik kami menginvestasi daripada kami memaksakan hanya tim elite, tetapi pemainnya tak siap," kata Eng Hian di Jakarta pada Senin, 17 Februari 2025, malam WIB.

Skuad yang akan bermain di Piala Sudirman 2025 akan dipantau oleh PBSI selama tur Eropa berlangsung dua bulan ke depan. Jika merujuk kalender BWF maka ada empat turnamen yang bisa dipakai sebagai persiapan.

Keempat ajang dimaksud yang berlangsung sebelum Piala Sudirman berturut-turut-turut dimulai dari German Open (25 Februari-2 Maret), Orleans Masters (4-9 Maret), All England (11-16 Maret), dan Swiss Open (18-23 Maret).

"Tentunya rangkaian turnamen Eropa ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menyusun tim Sudirman."

"Kami lihat nanti seberapa jauh tim elite dan seberapa jauh perjalanan tim pelapis kita," kata Eng Hian.

Indonesia mengunci tiket ke Piala Sudirman setelah tampil di ajang Badminton Asia Mixed Team Championship (BAMTC) 2025 di China pekan lalu. Ajang tersebut sekaligus menjadi kualifikasi untuk Piala Sudirman.

Empat tim yang lolos ke semifinal BAMTC berhak tampil di Piala Sudirman edisi tahun ini.

Indonesia yang lolos ke final dan juara otomatis berhak mendapat satu tiket bersama tiga tim lainnya, yakni China, Jepang, dan Thailand.

Dalam sejarah Piala Sudirman, Indonesia baru satu kali merasakan gelar juara. Satu-satunya trofi tersebut didapat pada edisi pertama dengan mengalahkan Korea Selatan di Istora Senayan, Jakarta.