Bagikan:

JAKARTA - Pesepak bola wanita Chelsea, Sam Kerr, mengatakan khawatir akan keselamatannya saat terjebak di taksi sebelum dia dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap seorang polisi.

Kapten Australia itu memberikan kesaksian di persidangannya pada Rabu, 5 Februari 2025. dan mengatakan dia ketakutan bersama rekannya, gelandang West Ham United dan Amerika Serikat, Kristie Mewis. Bahkan, Kerr menyebut bahwa dia dan Mewis menangis karena takut.

Kerr, 31 tahun, yang merupakan salah satu pemain sepak bola wanita terbaik di dunia, diadili atas tuduhan melakukan pelecehan rasial terhadap polisi Stephen Lovell dalam sebuah insiden di London barat daya pada dini hari tanggal 30 Januari 2023.

Diduga bahwa Kerr dan Mewis sedang minum-minum ketika mereka diantar ke Kantor Polisi Twickenham oleh seorang sopir taksi, yang mengeluh bahwa mereka menolak membayar biaya pembersihan setelah salah satu dari mereka sakit. Salah satu dari mereka juga dilaporkan memecahkan kaca belakang kendaraan.

Di kantor polisi, Kerr diduga telah menjadi kasar dan menghina Lovell dengan memanggilnya bodoh dan berkulit putih.

Kerr mengakui telah membuat komentar tersebut, tetapi menyangkal bahwa itu merupakan tuduhan.

Saat memberikan bukti, Kerr mengatakan kepada juri bahwa dia menjulurkan kepalanya ke luar jendela ketika mulai merasa sakit sebelum pengemudi taksi mulai mengemudi dengan berbahaya.

Dia mengatakan bahwa mengemudi dengan berbahaya itu berlanjut selama 15 hingga 20 menit.

"Saya sangat takut dengan keselamatan saya. Kami tidak bisa mengendalikan diri. Saya menganggapnya berbahaya karena cara mengemudinya."

"Namun, dia bisa saja membawa kami ke mana saja. Dia tidak bisa dilacak. Jadi, tidak ada yang tahu di mana kami berada," ujar Kerr.

Kerr mengatakan dia dan Mewis mencoba membuka pintu dan jendela beberapa kali, tetapi tetap terkunci sebelum Mewis menendang (jendela) dengan sepatu botnya.

Rekaman dari kamera tubuh Lovell sebelumnya diputar kepada juri, di mana Kerr memberi tahunya dan polisi bernama Samuel Limb bahwa kedua pesepak bola wanita itu sangat takut dan berusaha melarikan diri dari taksi ketika mereka merusak kendaraan tersebut.

Pengadilan juga mendengar bahwa, di kantor polisi, Kerr merujuk kepada kasus Sarah Everard, yang dibunuh oleh polisi Wayne Couzens pada 2023, memberi tahu petugas tentang dengan mengatakan "gadis di Clapham" yang "diperkosa dan dibunuh".

"Saya tahu itu bukan Anda, tetapi kami berdua takut," kata Kerr dalam rekaman tersebut ditujukan kepada Lovell.

Lahir di Perth, Kerr juga merujuk pada pembunuh berantai Claremont asal Australia.

"Saya tinggal di negara bagian yang selama 30 tahun ada pembunuh berantai yang diduga seorang sopir taksi."

"Semua orang membicarakan tentang tidak boleh naik taksi," ujar sang pemain.