JAKARTA – Siti Fadia Silva Ramadhanti siap kembali bermain rangkap saat membela Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia atau Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 pekan depan.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung 11-16 Februari 2025 di Qingdao, China. Fadia termasuk dalam daftar 15 pemain yang akan dikirim oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Fadia mengungkapkan bahwa dia kemungkinan akan membela sektor ganda putri dan campuran di ajang ini. Peluang itu terbuka karena jumlah atlet yang dikirim oleh PBSI ke sana angkanya ganjil.
"Pokoknya saya siap terus. Apakah saya diturunkan di ganda campuran atau ganda putri," kata atlet berusia 24 tahun kelahiran Kabupaten Bogor tersebut.
BACA JUGA:
Fadia sekarang bermain di ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari. Duet tersebut sejauh ini berjalan cukup manis, termasuk menghasilkan gelar di Thailand Masters 2025 pekan lalu.
Adapun di ganda campuran, Fadia saat ini berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah yang baru ditarik ke Pelatnas PBSI pada awal tahun ini. Pasangan ini juga berhasil menjadi runner-up di Thailand.
Fadia mengatakan bahwa dia akan tetap berusaha tampil maksimal di Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia nanti jika memang dirinya kembali dipercaya main di dua sektor sekaligus.
"Setiap pemain pasti ingin kasih yang terbaik. Jadi, buat nanti bagaimana strateginya biar pelatih dan atlet saja diskusi."
"Soalnya, belum bareng latihan juga dan baru selesai dari Thailand," kata dia.
Dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Campuran Asia 2025, Indonesia akan memulai perjalanan dari Grup B. Dua lawan wakil-wakil Merah-Putih di dalam grup tersebut adalah Malaysia dan Hong Kong.
Pada awalnya grup ini berisi empat negara bersama Kazakhstan. Akan tetapi, dalam rilis terbaru negara Asia Tengah tersebut dipindahkan ke dalam Grup C bersama Jepang dan Thailand.
Perubahan dilakukan oleh Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF) terkait mundurnya Filipina. Jadi, total tersisa 12 negara yang terbagi rata ke dalam empat grup.
Indonesia akan mengawali babak grup dengan melawan Hong Kong pada Selasa, 11 Februari 2025. Wakil Indonesia memiliki jeda satu hari sebelum kembali melawan Malaysia pada 13 Februari 2025.
Dalam sejarah turnamen, Indonesia belum pernah membawa pulang medali emas. Pencapaian terbaik adalah medali perunggu pada edisi 2019 yang berlangsung di Hong Kong.
Pada edisi 2023, perjalanan Indonesia hanya sampai di babak perempat final. Ketika itu, Merah-Putih harus mengubur mimpi setelah kalah telak 1-3 melawan Korea Selatan.