JAKARTA – Radja Nainggolan, mantan pemain internasional Belgia, ditangkap pihak kepolisian Brussels, Belgia, terkait dugaan keterlibatan dalam penyelundupan kokain. Ironisnya, penangkapan ini terjadi hanya tiga hari setelah pemain berusia 36 tahun tersebut menjalani debutnya bersama klub barunya, Lokeren-Temse.
Radja ditangkap pada Senin, 27 Januari, sementara debutnya bersama Lokeren-Temse berlangsung pada Jumat, 25 Januari, dalam pertandingan kasta kedua Liga Belgia melawan K. Lierse SK di Daknamstadion. Pada laga itu, pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Radja menjadi pencetak gol penyeimbang bagi Lokeren-Temse melalui eksekusi sepak pojok yang berhasil dikonversi menjadi gol pada menit ke-70. Penampilan impresif ini menjadi momen penting bagi karier Radja, yang sebelumnya sempat dianggap meredup setelah lebih dari satu tahun tidak merumput.
Sebelum bergabung dengan Lokeren-Temse, Radja terakhir bermain untuk Bhayangkara FC di Liga 1 Indonesia. Namun, kontraknya berakhir pada tahun 2024, membuatnya sempat vakum dari lapangan hijau sebelum akhirnya direkrut oleh klub Belgia tersebut.
Sayangnya, debut manis pemain yang pernah membela AS Roma dan Inter Milan ini harus tercoreng akibat masalah hukum. Menurut laporan media Belgia AD, Radja Nainggolan ditangkap dalam penyelidikan terkait penyelundupan kokain dari Amerika Selatan ke Eropa.
BACA JUGA:
"Polisi Brussels menangkap mantan pemain internasional Belgia, Radja Nainggolan, pada Senin pagi dalam rangka penyelidikan impor kokain dari Amerika Selatan ke Eropa," tulis AD dalam laporannya.
Penangkapan ini merupakan bagian dari penyelidikan besar yang melibatkan penggeledahan sejumlah properti oleh pihak kepolisian Brussels. Pihak Lokeren-Temse telah merilis pernyataan yang menyebutkan dukungan objektif kepada Radja selama proses hukum berlangsung, meskipun klub juga memastikan bahwa pemain tersebut akan absen dalam laga mendatang melawan KS Eupen.