JAKARTA - Manajemen Persibo Bojonegoro merespon kericuhan yang terjadi di laga kontra Deltras Sidoarjo, di mana sejumlah pemain Persibo juga jadi korban pemukulan.
Menyikapi kericuhan di lapangan, Presiden Klub Persibo, Deddy Adriyanto Wibowo sangat menyayangkannya.
Persibo Bojonegoro dan Deltras Sidoarjo bertemu di laga lanjutan Liga 2 2024/2025 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Sabtu, 11 Januari.
Namun, laga itu diwarnai kericuhan yang menyebabkan sejumlah pemain Persibo selaku tim tamu jadi korban pemukulan.
Deddy selaku Presiden Persibo Bojonegoro jelas menyayangkan hal tersebut.
Sebab, menurutnya, meski tensi pertandingan tinggi, seharusnya tak perlu ada kontak fisik yang terjadi di lapangan dan berharap keamanan bagi pemain dan ofisial akan lebih baik lagi ke depannya.
“Kita menyayangkan kejadian sore kemarin yang seharusnya tidak perlu. Kami berharap di masa yang akan datang keamanan bisa lebih ditingkatkan lagi bukan hanya di luar lapangan tapi juga di dalam lapangan,” kata Deddy Adriyanto Wibowo dalam rilis resmi yang diterima Voi.id pada Minggu, 12 Januari.
“Kami bisa memahami bahwa tensi pertandingan kemarin cukup tinggi sehingga kejadian sore itu tidak terhindarkan. Fokus kami adalah bermain sebaik mungkin,” lanjutnya.
Kericuhan terjadi setelah pemain Persibo, Amir Hamzah mencetak gol penyama kedudukan 1-1 pada menit ke-90+5 di mana hanya tinggal sekian detik laga akan berakhir. Gol Amir dinilai tidak sah karena sebelum itu rekannya dianggap offside.
Tak puas dengan keputusan wasit, para suporter melemparkan botol minuman kepada para pemain Persibo yang tengah melakukan selebrasi.
Selain itu, sejumlah pemain dan official tampak memprotes keras wasit dan hakim garis dengan melakukan dorongan keras.
Tampak juga kapten Deltras Bima Ragil mengejar wasit yang melarikan diri ke pinggir lapangan.
Polisi militer pun turun tangan mengamankan wasit dan hakim garis dari amarah para pemain Deltras.
Suasana semakin tidak kondusif ketika terjadi saling pukul dan saling tendang antara pemain Deltras Sidoarjo dengan Persibo Bojonegoro. Beberapa suporter juga tampak memasuki lapangan pertandingan.
Meski menyadari bahwa kejadian ini tak semestinya terjadi, tapi pihak Persibo mengaku belum berpikir untuk melaporkan kejadian ini ke PSSI.
BACA JUGA:
Pasalnya, mereka lebih memilih untuk kembali fokus menjalani laga lanjutan yaitu lolos ke babak delapan besar.
“Kita saat ini hanya berpikir fokus menghadapi pertandingan selanjutnya di babak delapan besar. Karena masih banyak tantangan yang akan kita hadapi di waktu yang sempit ini,” jelasnya.
“Kita berambisi untuk menjadi juara grup untuk mengamankan tiket ke Liga 1. Dengan dukungan tanpa henti dari suporter loyal Persibo dan Pemerintah Daerah Bojonegoro, target management dan tim adalah masuk ke Liga 1 di musim depan,” lanjut Deddy mengakhiri.