JAKARTA - Wahana Musik Indonesia (WAMI) secara resmi telah memulai proses distribusi royalti periode pertama tahun 2026 pada Kamis, 12 Maret.
Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang menaungi lebih dari 6.000 pencipta dan penerbit musik tersebut mencatatkan penurunan nilai distribusi yang tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan siaran pers yang diterima VOI, WAMI menyalurkan royalti sebesar Rp29 miliar pada periode ini. Angka tersebut terjun bebas jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana saat itu berhasil mendistribusikan dana hingga Rp94 miliar kepada para anggota.
Anjloknya nilai distribusi merupakan imbas dari masa transisi regulasi. Royalti yang dibagikan kali ini mencakup penggunaan karya pada periode Agustus hingga Desember 2025. Pada rentang waktu tersebut, pengumpulan dana dilakukan oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) sesuai dengan mandat Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) Nomor 27 Tahun 2025. Regulasi baru ini menempatkan LMKN sebagai pintu tunggal pengelola lisensi penggunaan lagu.
Dalam mekanismenya, seluruh royalti dikumpulkan terlebih dahulu oleh LMKN sebelum dialirkan ke LMK seperti WAMI. Sayangnya, proses adaptasi sistem ini berdampak pada melemahnya arus dana ke tangan pencipta lagu.
WAMI menjelaskan bahwa periode Agustus–Desember 2025 menjadi masa penyesuaian yang kompleks, mulai dari mekanisme perizinan, implementasi pemindahbukuan dana, hingga proses verifikasi data yang memakan waktu lama.
BACA JUGA:
Hambatan utama terletak pada proses verifikasi. Sesuai aturan, LMK hanya diperbolehkan mendistribusikan royalti yang telah terverifikasi sepenuhnya oleh LMKN. Sementara itu, royalti yang belum tervalidasi terpaksa ditahan, yang pada akhirnya memangkas nilai distribusi secara drastis pada periode ini.
Pihak WAMI menegaskan, distribusi tetap dilakukan berdasarkan prinsip keakuratan data dan keadilan bagi seluruh anggota, baik dari sektor digital, non-digital, maupun penggunaan di luar negeri (overseas).
Meski angka kali ini mengecewakan, WAMI berkomitmen bahwa penggunaan karya yang datanya baru tervalidasi setelah periode ini akan diperhitungkan pada jadwal distribusi berikutnya.
WAMI pun tetap menjaga komitmennya untuk memastikan hak royalti anggota terjaga, proses distribusi berjalan transparan, serta setiap data royalti diverifikasi secara akurat sebelum didistribusikan.
Laporan distribusi akan dikirimkan kepada para penerima royalti sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan proses transfer dana dilakukan setelah laporan resmi diterbitkan.