JAKARTA - Nama Mariah Carey kembali menghiasi daftar calon penghuni Rock and Roll Hall of Fame untuk tahun 2026.
Ini merupakan kali ketiga secara berturut sang diva masuk sebagai nominasi, sejak pertama kali memenuhi syarat satu dekade lalu. Namun hingga kini dirinya belum juga resmi dilantik masuk ke dalam museum penghormatan musisi bergengsi tersebut.
Menanggapi fenomena tersebut, Carey memberikan jawaban santai sembari berseloroh. Ia mengaku tidak terlalu ambil pusing dengan alasan di balik belum terpilihnya dirinya meski sudah berkali-kali masuk nominasi.
“Saya tidak tahu jawabannya. Ini hanyalah sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang sekarang saya rasa luar biasa," kata Carey dalam wawancara terbaru dengan Variety.
Tahun ini, pelantun “We Belong Together” itu harus bersaing dengan deretan nama besar lainnya seperti Lauryn Hill, Shakira, Phil Collins, Wu-Tang Clan, hingga Pink.
Meskipun publik menilai pelantikan Carey sudah sangat terlambat, penyanyi yang dikenal dengan teknik whistle register itu memilih untuk tidak berekspektasi tinggi. Baginya, pengakuan dalam bentuk nominasi saja sudah memberikan perasaan yang sulit dijelaskan.
BACA JUGA:
"Ini luar biasa. Maksud saya, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan, dan itu sangat, sangat menyenangkan,” ujar sang diva.
“Jika (pelantikan) itu terjadi, maka terjadilah. Jika tidak, ya tidak. Tapi menurut saya itu akan menjadi hal yang luar biasa," imbuhnya.
Adapun voting untuk menentukan siapa yang berhak masuk ke Rock and Roll Hall of Fame tengah berlangsung dan hasilnya akan diumumkan pada April mendatang.
Carey sendiri menegaskan, dirinya tidak pernah benar-benar percaya sebuah penghargaan akan menjadi miliknya sampai piala tersebut benar-benar ada di tangannya.
“Saya tidak pernah benar-benar percaya itu akan terjadi sampai itu benar-benar terjadi,” pungkas Mariah Carey.