Bagikan:

JAKARTA - Dwiki Dharmawan, yang sudah berusia 59 tahun dan bermusik selama empat dekade, belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti bereksplorasi.

Setelah sukses menginjakkan kaki di lebih dari 80 negara sepanjang karier musiknya, pendiri bersama Krakatau itu kini membidik target ambisius: tampil di 100 negara.

“Sebenarnya dalam bermusik, insya Allah umur panjang dan sehat, targetnya itu pengin (tampil di) seratus negara. Tinggal dua puluh lagi,” kata Dwiki dalam episode terbaru podcast HOME milik Dewa Budjana.

“Jadi saya itu sudah ada rencana, ada Sufi Festival di Maroko, tapi akan ke Tunisia dan Aljazair juga,” lanjutnya. “Biasanya saya ke negara-negara tetangganya, sekalian jalan-jalan.’

Langkah ini bukan sekadar mengejar rekor pribadi, melainkan misi diplomasi budaya untuk memperkenalkan Indonesia ke panggung dunia.

Dwiki mengatakan, perjalanan musiknya selalu didasari oleh semangat kolaborasi. Oleh karenanya, ia ingin menjalin kerja sama dengan musisi dari negara-negara yang tidak terlalu umum menjadi rekan bermusik para musisi Tanah Air.

“Terus (saya mau) kolaborasi sama beberapa musisi di Botswana (negara di Afrika),” ujar Dwiki.

“Mungkin yang ingin dijajaki juga di Mongolia, dan memperbanyak (kolaborasi) di Asia Tengah,” tambahnya.

Banyaknya negara yang pernah dikunjungi Dwiki tidak terlepas dari gaya musiknya yang memuat unsur etnik Indonesia. Ia pun menceritakan bagaimana dirinya dipilih oleh badan dunia seperti UNESCO untuk tampil di berbagai kota dunia.

“Saya sudah dikirim UNESCO ke Ukraina, Kazakhstan, dan dua kali di Uzbekistan. Saya juga merasa bersyukur menjadi pilihan UNESCO untuk International Jazz Day (dan tampil) ke kota-kota heritage di dunia,” tuturnya.

“Tapi yang pengin saya lakukan sebetulnya, mengangkat satu cerita yang Indonesia banget, dalam konteks musikal. Tapi mungkin saya lebih pengin jadi produser aja, biarkan music director-nya siapa, dan saya lagi pikirin temanya apa,” pungkas Dwiki.