JAKARTA - Fenomena menarik terjadi di jagat platform streaming video global. Produser musik eksperimental asal Britannia, Aphex Twin, secara tak terduga berhasil melampaui jumlah pendengar bulanan megabintang pop Taylor Swift di YouTube.
Berdasarkan data resmi per 17 Januari 2026, musisi bernama asli Richard D. James ini mencatatkan angka fantastis yang memicu perbincangan hangat di kalangan industri musik.
Data YouTube Music menunjukkan bahwa Aphex Twin saat ini mengantongi total 448 juta pendengar bulanan. Angka tersebut unggul cukup jauh dibandingkan Taylor Swift yang memiliki 399 juta pendengar bulanan.
Adapun metrik YouTube Music tidak hanya menghitung pemutaran audio secara murni, melainkan akumulasi aktivitas dari seluruh ekosistem platform, termasuk video musik di kanal resmi, penggunaan lagu di YouTube Shorts, hingga konten yang dihasilkan oleh pengguna.
Lonjakan masif pendengar Aphex Twin diyakini berakar dari konsumsi pasif audiens melalui konten viral. Pasalnya, lagu lawas bertajuk 'QKThr' yang dirilis pada 2001 tengah menjadi tren di berbagai video pendek dalam beberapa bulan terakhir.
Fenomena ini membuktikan bagaimana algoritma konten mampu mendongkrak popularitas musisi bawah tanah hingga ke level yang melampaui ikon pop arus utama.
BACA JUGA:
Menariknya, persilangan dunia antara kedua musisi yang kontras ini sebenarnya pernah diabadikan oleh penulis David Rees melalui album mashup berjudul 'AphexSwift' pada 2014.
"Saya sebenarnya berpikir Richard D. James dan Taylor Swift memiliki banyak kesamaan selain bakat menulis lagu—atau setidaknya, masing-masing memiliki karakteristik yang lebih sering dikaitkan dengan yang lain," kata Rees saat itu, dikutip NME, Senin, 19 Januari.
Aphex Twin sendiri cukup aktif memberikan kejutan kepada penggemar setianya. Setelah merilis kompilasi “From The Merch Desk” (2016-2023), ia meluncurkan dua lagu baru melalui akun SoundCloud pribadinya pada November lalu.
Meski belum merilis album studio penuh sejak “Syro” yang memenangkan Grammy pada 2014, ia sempat merayakan hari jadi ke-30 album “Selected Ambient Works II” pada 1994 dengan edisi spesial yang diperluas.
Sepanjang tahun 2025, ia juga disibukkan dengan kolaborasi bersama jenama streetwear ternama, Supreme, dengan menyusun daftar putar berisi hampir 200 lagu bertempo rendah.
Di sisi lain, Taylor Swift tetap mempertahankan dominasinya di industri musik konvensional lewat album “The Life Of A Showgirl” yang dirilis Oktober tahun lalu.
Album tersebut resmi menjadi album terlaris tahun ini di Inggris—menjadikan Swift sebagai artis pertama yang meraih predikat tersebut selama dua tahun berturut-turut dengan album berbeda sejak pencapaian ABBA pada 1977.