Bagikan:

JAKARTA - Musik rock dunia kembali dirundung duka mendalam. Perry Bamonte, sosok yang dikenal luas sebagai gitaris dan kibordis band legendaris asal Inggris, The Cure, telah menghembuskan nafas terakhirnya di usia 65 tahun, pada 24 Desember.

Kepergian musisi yang kerap disapa dengan panggilan hangat 'Teddy' itu terjadi setelah dirinya berjuang melawan penyakit di kediamannya, tepat pada masa perayaan Natal.

Kabar duka ini dikonfirmasi secara langsung oleh pihak band melalui pernyataan di situs resmi mereka. The Cure memberikan penghormatan terakhir yang menyentuh bagi sosok yang dianggap memiliki kontribusi vital dalam perjalanan panjang band selama keanggotaannya.

"Tenang, intens, intuitif, konstan, dan sangat kreatif, 'Teddy' adalah bagian yang berhati hangat dan sangat penting dari sejarah The Cure,” tulis The Cure dalam keterangan resmi.

Band menyebut Bamonte telah menjaga band dari tahun 1984 hingga 1989, menjadi anggota penuh The Cure pada tahun 1990, memainkan gitar, bass enam senar, dan kibor pada album “The Wish”, “Wild Mood Swings”, “Bloodflowers”, hits akustik, dan album-album The Cure, serta tampil di lebih dari 400 pertunjukan selama 14 tahun.

“Ia bergabung kembali dengan The Cure pada tahun 2022, memainkan 90 pertunjukan lainnya, beberapa yang terbaik dalam sejarah band, yang berpuncak dengan konser 'The Show of a Lost World' di London pada 1 November 2024. Pikiran dan belasungkawa kami menyertai seluruh keluarganya. Dia akan sangat dirindukan," tulis pernyataan resmi band tersebut,” lanjut The Cure.

Lahir di London pada tahun 1960, Bamonte sejatinya bukan orang baru di lingkungan The Cure, sebelum akhirnya ia naik ke atas panggung sebagai personel tetap. Ia memulai langkahnya sebagai bagian dari kru lapangan pada tahun 1984 melalui saudaranya, Daryl Bamonte, yang kala itu menjabat sebagai manajer tur.

Bakat dan dedikasinya membawa Bamonte menjadi asisten pribadi sekaligus teknisi gitar bagi sang vokalis utama, Robert Smith, hingga akhirnya ia resmi didapuk sebagai personel pada tahun 1990 menggantikan posisi Roger O’Donnell.

Selama masa kejayaannya bersama band, Bamonte terlibat dalam penciptaan beberapa album krusial, termasuk album paling sukses secara komersial milik The Cure, yakni "Wish" yang dirilis pada tahun 1992. Dalam album tersebut, dentuman bass enam senar dan harmoni kibornya dapat didengar jelas pada lagu-lagu hit seperti "Friday, I’m in Love", "A Letter to Elise", dan "High".

Kontribusinya terus berlanjut hingga album "Bloodflowers" pada tahun 2000, sebelum ia sempat meninggalkan grup pada 2005 saat Robert Smith mengubah format band menjadi trio.

Setelah sempat bergabung dengan Love Amongst Ruin pada 2012, Bamonte kembali terlihat bersama rekan-rekan lamanya saat The Cure dilantik ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2019.

Reuni formalnya baru terjadi pada tahun 2022 untuk tur global bertajuk "Shows of a Lost World". Penampilan terakhirnya yang monumental tercatat di klub Troxy, London, pada November 2024 silam.

Jejak kepiawaian Bamonte dalam memainkan instrumen musik di atas panggung kini dapat disaksikan oleh para penggemar melalui dokumenter konser "Shows of a Lost World" yang saat ini tengah tayang di bioskop.